Murid MI Darussalam Dipulangkan Akibat Banjir Mulai Rendam Halaman Sekolah
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 07 November 2018 05:11:23
Murid MI Darussalam Dipulangkan Akibat Banjir Mulai Rendam Halaman Sekolah
KETERANGAN GAMBAR :
luapan Sungai Batang Lubuh mulai merendam jalan

UTUSANRIAU.CO, PASIR PENGARAYAN - Murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Babusalam terpaksa dipulangkan gara-gara halaman sekolah sudah terendam banjir, Rabu (7/11/2018). Banjir mulai terjadi karena Sungai Batang Lubuh Pasir Pengarayan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali meluap akibat hujan deras yang terjadi di hulu sungai.

Luapan Sungai Batang Lubuh juga mulai merendam pemukiman warga Desa  Babusalam, Simpang Supra, Kecamatan Rambah

Kepala sekolah MI Darussalam, Basir membenarkan telah memulangkan siswanya akibat banjir mulai merendam halaman sekolahnya. "Tadi pagi kita masih melakukan proses belajar dan mengajar. Namun sekitar pukul 10:30 WIB air mulai masuk ke halaman sekolah sehingga siswa langsung kita pulangkan," ujarnya.

Kondisi air di halaman sekolah saat ini sudah mencapai 30 cm. "Karena kita khawatir air makin besar makanya kita pulangkan siswa apa lagi air makin kencang naiknya akibat meluapnya Sungai Batang Lubuh, penyebab banjir akibat hujan deras yang terjadi  malam tadi di hulu sungai," katanya.

Dirinya belum bisa memastikan siswa besok bisa masuk sekolah atau tidak. "Kalau air masih tetap tergenang di halaman sekolah besar kemungkinan siswa akan kita liburkan. Untung sajalah sekolah kami tinggi dan berbentuk panggung jika sekolah kami sama rata dengan tanah dan rumah warga tentu ruangan kelas kami sudah terendam banjir," tuturnya.

Sementara salah seorang warga korban banjir, Wati mengatakan air banjir mulai masuk ke pemukimansekitar pukul 11:00 WIB. "Saat ini air banjir terus membesar bahkan sudah masuk ke dalam rumah," kata Wati.

Untuk menghindari barang-barang yang ada dalam rumah terendam Wati sudah naikkan ke atas meja dan loteng. Karena biasanya banjir di daerahnya ini kedalamannya mencapai 1 meter.

Untuk saat ini Wati memilih bertahan dalam rumah. Karena banjir yang terjadi sudah menjadi hal yang biasa dan tidak membahayakan."Banjir ini kan hanya numpang lewat saja karena sungai batang lubuh tidak lagi sanggup menampung debit air sehingga meluap kepemukiman kami," ucapnya.

Banjir pada minggu lalu kata, Wati kedalaman air di dalam rumah mencapai 1 meter namun saat ini air masih sekitar 30 cm karena air baru masuk.
Wati juga menyayangkan sikap dari Pemerintah Kabupaten Rohul. "Waktu banjir beberapa waktu lalu, kami korban banjir tidak dapat bantuan. Biasanya banjir dikitnya saja sudah ada bantuan seperti sembako," keluhnya. (Ar)

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 08 Januari 2019 04:01:00
Nazier Foead : 70 Persen Gambut Riau Sudah di Restorasi
 Sabtu, 05 Januari 2019 07:01:18
15 Hektar Lahan Gambut Riau Kembali Terbakar
 Kamis, 03 Januari 2019 10:01:49
Penyu Nyaris Punah, Wakil Ketua Dewan Minta Dibudidayakan
 Senin, 31 Desember 2018 09:12:39
Legislator Suhardiman Amby : Perusahaan di Larang Tanam Sawit di DAS
 Senin, 31 Desember 2018 08:12:54
BMKG Pekanbaru Imbau Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca