Tragedi Lion Air JT-610, Basarnas Sapu Dasar dan Permukaan Laut
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 08 November 2018 05:11:14
Tragedi Lion Air JT-610, Basarnas Sapu Dasar dan Permukaan Laut
KETERANGAN GAMBAR :
Tim Basarnas dan tim KNKT masih terus melaksanakan operasi dengan intensitas tinggi

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Tim Basarnas dan tim KNKT masih terus melaksanakan operasi dengan intensitas tinggi. Pada Kamis (8/11/2018) pagi, setelah melaksanakan briefing, tim Basarnas yang beroperasi di sektor prioritas 1 langsung melakukan penyelaman di titik-titik yang telah ditentukan.

Kapal Baruna Jaya I milik BPPT menjadi center operasi. Kapal ini dilengkapi dengan peralatan canggih, seperti Scan Side Sonar, Multi Beam Echo Sounder (MBES), Ping Locator untuk mendeteksi bagian black box Cockpit Voice Recorder (CVR), dan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).

Target operasi hari ini sampai 2 hari ke depan adalah mencari korban yang diduga masih berada di dasar laut, di sekitaran puing dan serpihan pesawat, dengan radius 250 meter. Sementara tim KNKT mencari CVR.

"Target operasi SAR tim Basarnas adalah melakukan penyapuan, baik di dasar laut maupun di permukaan untuk mencari korban," tegas Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi.

Terkait pencarian CVR, menjadi tanggung jawab KNKT. Namun, antara Basarnas, KNKT, dan BPPT tetap bersinergi di lapangan, tetap solid, dan bahu membahu di lapangan. "Basarnas siap dengan para penyelamnya jika KNKT dan BPPT nanti berhasil mendeteksi atau menemukan posisi black box," terangnya.

Dijelaskan sebelumnya, ping locator sempat mendeteksi sinyal bagian black tersebut, namun lemah. Sumber sinyal itu sulit dipastikan posisinya mengingat dasar laut terdapat lumpur yang kedalamannya lebih dari 1 meter.

Sementara pada prioritas 2, melaksanakan penyapuan di area sekitar center point hingga penyapuan samapai garis pantai Tanjung Pakis untuk mencari korban yang kemungkinan hanyut terbawa arus.

Pada operasi hari ke-11 ini, tim SAR mengerahkan Baruna Jaya I dari BPPT yang di dalamnya terdapat tim sari KNKT, KN SAR Basudewa sebagai On Scene Coordinator, KN. SAR Sadewa sebagai SAR Unit (SRU), KN SAR Drupada sebagai SRU dan 2 unit Rubber Inflatable Boat (RIB), serta 40 personil penyelam dari Basarnas Special Group (BSG).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi selaku SAR Coordinator (SC) memperpanjang 3 hari lagi proses pencarian korban Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di Perairan Karawang.

Perpanjangan dilaksanakan setelah evaluasi dan adanya masukan-masukan faktual dari lapangan. Perpanjangan waktu tersebut dilaksanakan untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi korban yang harus dievakuasi, baik di dasar laut maupun di permukaan. (bam)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 16 Januari 2019 10:01:54
Mafirion Desak Pemerintah Jelaskan One Channel Model
 Selasa, 15 Januari 2019 01:01:20
Rhenus Asia-Pasifik Memperkuat Strategi yang Berfokus pada Pelanggan Seiring dengan Berlanjutnya Dorongan Intra-Asia
 Selasa, 15 Januari 2019 11:01:42
Menaker Hanif Tinjau BLK Komunitas di Sukabumi
 Minggu, 13 Januari 2019 10:01:36
Hutan Pantai Dapat Kurangi Risiko Bahaya Tsunami
 Kamis, 10 Januari 2019 08:01:03
Sempat Tertunda, Presiden Jokowi Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca