Kapolda Riau Sedih dan Prihatin karena Peredaran Narkoba di Riau Cukup Tinggi
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 09 November 2018 09:11:06
Kapolda Riau Sedih dan Prihatin karena Peredaran Narkoba di Riau Cukup Tinggi
KETERANGAN GAMBAR :
Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo saat memperlihatkan narkotika jenis sabu-sabu yang akan dimusnahkan, Kamis (8/11/2018)

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menyebutkan, peredaran narkoba di Provinsi Riau masih tinggi.

Hal ini diungkapkannya saat menyampaikan pidato disela-sela kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba hasil tangkapan jajaran Polda Riau, Kamis (8/11/2018). "Di Riau sampai dengan hari ini, masih cukup tinggi peredaran narkoba. Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita semua," kata Widodo.

Kapolda membeberkan, adapun jumlah barang bukti narkoba yang dimusnahkan yakni 33,51 kilogram jenis sabu-sabu, serta 81.213 butir jenis pil esktasi.

Dengan jumlah barang bukti hasil pengungkapan yang sedemikian banyaknya, Jenderal Bintang Dua ini menegaskan, pihaknya tidaklah merasa bangga.
"Kita bukan merasa bangga dengan melakukan pemusnahan ini semua, Namun justru kita prihatin," ucap dia lagi.

Kapolda menyatakan, upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba sejatinya bukan hanya menjadi tanggungjawab pihak kepolisian. Namun mesti ada pelibatan dari seluruh unsur dan elemen yang ada di masyarakat.

"Para pendidik, organisasi masyarakat, dan segenap stake holder terkait harus terlibat. Sehingga diharapkan ke depan, bisa lebih meningkat, terkait dengan pemberantasan narkoba ini," harapnya.

"Karena kita harus berfikir tentang masa depan anak cucu kita, sebagai generasi penerus," sambung dia lagi.

Kapolda menceritakan, ada satu berita yang menyita perhatiannya. Masih soal narkoba. "Tadi saya ada baca berita di koran, bikin saya ketawa sekaligus sedih. Di daerah Jawa sana, mungkin karena mendapatkan narkoba seperti ini sulit dan harganya mahal, ada yang sampai menggunakan pembalut wanita, direbus untuk mendapatkan fly. Ini kan kondisi yang miris," paparnya.

Untuk itu kata Kapolda, pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap upaya pemberantasan narkoba.

"Sekali lagi saya nyatakan Riau masih cukup tinggi (peredaran dan penyalahgunaan narkoba). Kondisi strategis geografis kita, berbatasan dengan selat malaka, ini yang memungkinkan narkoba bisa masuk," tuturnya.

Widodo mengimbau, kepada masyarakat yang mengetahui adanya peredaran atau tindak penyalahgunaan narkoba, agar segera melapor ke pihak yang berwajib.(Rik)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 15 April 2019 09:04:08
Kapolres Pelalawan Pimpin Serpas Pengamanan TPS
 Senin, 15 April 2019 08:04:11
Isu Ada Penambang Pasir ilegal di Pulau Rupat Ini Pernyataan Kasat Polair
 Jumat, 12 April 2019 14:52:02
Rawan Peredaran Narkoba, Gubri Syamsuar Minta Perketat Pengawasan Wilayah Perbatasan
 Jumat, 12 April 2019 07:04:14
Berakhir Sudah Pelarian Penembak Janda Beranak Tiga di Desa Rambah Samo-Rohul
 Senin, 08 April 2019 05:04:53
Tak Bertuan Tim Sat Polair Polres Bengkalis Amankan Kayu Olahan di Perairan Bengkalis
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca