Korban Longsor Sukabumi, 15 Tewas, 20 Masih Dicari
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 02 Januari 2019 08:01:21
Korban Longsor Sukabumi, 15 Tewas, 20 Masih Dicari
KETERANGAN GAMBAR :
Korban Longsor Sukabumi, 15 Tewas, 20 Masih Dicari

UTUSANRIAU.CO, SUKABUMI - Upaya pencarian korban longsor yang menimbun 30 rumah di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,  pada Senin (1/1/2019) terpaksa dihentikan lebih awal. Hujan deras memaksa evakuasi korban dihentikan pada pukul 14.00 WIB karena membahayakan petugas jika dilakukan evakuasi. Selanjutnya svakuasi akan dilanjutkan besok pagi oleh tim SAR gabungan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan setelah dilakukan pendataan lagi dengan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat, dari 30 unit rumah yang tertimbun terdapat 32 KK atau 101 jiwa. Sebelumnya dilaporkan 107 jiwa yang tertimbun, namun dikoreksi menjadi 101 jiwa.

“Dari 101 jiwa yang tertimbun tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu, 15 orang meninggal dunia dan 20 orang masih dalam pencarian. Dua alat berat telah disiapkan, namun baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor, “  kata Sutopo.

Menurut Sutopo, empat kali longsor susulan sudah terjadi meskipun dengan jumlah longsoran yang lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan, apalagi jika turun hujan. Daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi.  Berdasarkan peta prakiraan terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi pada Januari 2019 dari PVMBG, terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi.

Peta potensi longsor menengah artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi longsor. Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sedangkan peta potensi longsor tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi longsor. Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, sedangkan longsor lama dapat aktif kembali.

“Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian 20  korban yang diduga masih tertimbun longsor, “  ujarnya.

Ditambahkan Sutopo, kebutuhan mendesak saat ini adalah cangkul, sekop,  sarung tangan latex, alat komunikasi, personil dan relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik agar segera menyala kembali. **Bam

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 21 Maret 2019 01:03:39
Tupoksi DPD RI Harus Diakhiri 17 April
 Sabtu, 09 Maret 2019 12:03:28
Dua Pertanyaan Publik Selalu Muncul dalam Kasus Narkoba
 Rabu, 06 Maret 2019 06:03:05
Target Penyelesaian RUU Ketua DPR Diapresiasi
 Selasa, 05 Maret 2019 20:24:03
Jokowi Batal Datang, Mendagri Hadiri HUT Damkar di Pekanbaru
 Senin, 04 Maret 2019 11:03:20
MPR : Penting Semua Pihak Menjaga dan Merawat Kebhinnekaan
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca