Kasus DBD Meningkat, Satu Meninggal
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 06 Februari 2019 04:02:27
Kasus DBD Meningkat, Satu Meninggal
KETERANGAN GAMBAR :
Kasus DBD Meningkat, Satu Meninggal

UTUSANRIAU.CO, RENGAT - Kasus Demam Berdarah Denguere (DBD) dalam wilayah Inhu cenderung menunjukkan peningkatan. Dalam bulan Januari 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu telah mencatat  68 kasus DBD.

Dari jumlah tersebut, satu orang  diantaranya meninggal dunia yang diketahui merupakan warga Rengat. Berbagai upaya dilakukan guna mencegah bekembangnya nyamuk pembawa penyakit ini baik melalui himbauan maupun juga gotong royong serta fogging.

“Meningkatnya DBD tersebut jika dibandingkan dengan data  kejadian bulan yang sama tahun 2018 lalu dengan jumlah 65 kasus. Ini merupakan data sepanjang Januari 2019 yang tercatat 68 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Inhu, Elda Fitriani kepada wartawan.

 

Untuk melakukan pencegahan berkembangnya DBD dan menghindari jatuhnya korban jiwa, Dinas Kesehatan bersama masyarakat sudah melakukan gorong royong membersihkan pemukiman warga, tepatnya di Desa Titian Resak, Kecamatan Seberida, Inhu, Minggu kemarin.

Desa Titian Resak dipilih sebagai lokasi gotong royong, karena dari 14 kecamatan yang ada di Inhu, di Kecamatan Siberida terjadi kasus DBD terbanyak dengan 26 kasus. Meningkatnya kasus DBD akibat faktor cuaca. Dimana curah hujan yang cukup tinggi membuat kondisi lingkungan menjadi lembab dan memicu berkembangnya nyamuk aides aegepty penyebab DBD.

"Untuk mencegah DBD terus berkembang, kita sudah menyurati seluruh Puskesmas dan Pemerintah Kecamatan tanggal 24 Januari 2019 lalu dan meminta masyarakat melakukan pembersihan lingkungan di pemukiman warga," tuturnya.

Disebutkan, ciri-ciri DBD diawali dengan demam tinggi tiba-tiba dan dalam 2-7 hari, demamnya akan naik turun disertai dengan badan terasa ngilu. "Bila keluarga kita mengalami gejala tersebut, jangan dibiarkan dan harus cepat ditangani tim medis," himbaunya.Ds

 

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 16 April 2019 06:04:08
Anggota TNI Jadi Dokter Hewan Cek Kesehatan Ternak Warga 
 Kamis, 11 April 2019 09:04:10
Tingkatkan Pelayanan, Gedung Utama RSUD Indrasari Mulai Difungsikan
 Jumat, 29 Maret 2019 07:03:02
Rakerkesda, Gubri Berharap Pelayanan Kesehatan Ditingkatkan
 Rabu, 27 Maret 2019 16:32:40
Banyak Masalah, Gubri Minta BPJS dan Rumah Sakit Lakukan Perbaikan
 Selasa, 26 Maret 2019 08:03:45
Diabetes, Jantung Iskemik dan Stroke di Riau Tergolong Tinggi
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca