Jaksa Tuntut Mantan Kacab BRI Agro Pekanbaru 2 Tahun Penjara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 06 Februari 2019 05:02:10
Jaksa Tuntut Mantan Kacab BRI Agro Pekanbaru 2 Tahun Penjara
KETERANGAN GAMBAR :
Jaksa Tuntut Mantan Kacab BRI Agro Pekanbaru 2 Tahun Penjara/ Foto internet

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU -  Jaksa menuntut mantan Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru, Syahroni Hidayat, hukuman dua tahun penjara, dalam kasus korupsi kredit fiktif senilai Rp5,3 miliar.

Jaksa penuntut umum (JPU) M Amin SH dalam amar tuntutannya yang dibacakan pada sidang Senin (4/2/19) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru menyatakan, terdakwa bersalah melanggar pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun penjara terhadap terdakwa,"kata Amin.

Syahroni tidak dituntut membayar denda atas perbuatannya karena terdakwa telah mengembalikan uang Rp50 juta saat penyidikan di Kejaksaan Negeri Pekanbaru dan dinilai sebagai denda yang harus dibayarkannya. Syahroni juga tidak dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara.

Atas tuntutan itu, Syahroni melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pledoi pada sidang pekan depan. Majelis hakim yang dipimpin Bambang Myanto SH menunda sidang pekan depan.

Perbuatan terdakwa terjadi pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, bertempat di Kantor Bank Agro Niaga cabang Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman.Saat itu, pihak bank memberikan kredit dalam bentuk modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit yang terletak di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), kepada debitur 18 orang debitur melalui Jauhari Yuslim Hasibuan.

Agunannya adalah lahan kelapa sawit seluas 54 hektare yang terdiri dari 27 persil dalam satu hamparan. Ternyata, SKGR ini tidak dikuasai oleh pihak bank karena suratnya berada di tangan seorang oknum pegawai di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rohul dan saat ini lahan masuk daerah Kampar.

Dari total kredit  senilai Rp4,050 miliar, debitur dapat dengan jumlah bervariasi yaitu Rp150 juta dan Rp300 juta. Jangka waktu kredit selama 1 tahun, dan jatuh tempo Februari 2010, dan diperpanjang beberapa kali sampai dengan 6 Februari 2013.

Sejak tahun 2015, terhadap kredit tersebut dikategorikan sebagai kredit bermasalah (non performing loan) sebesar Rp3.827.000.000. Jika dihitung bunga dan denda, total kerugian negara mencapai Rp5,3 miliar.  Diduga terdapat rekayasa dalam pemberian kredit karena penagihan terhadap debitur tidak dapat dilakukan karena mereka tidak pernah menikmati fasilitas kredit yang diberikan.rpc/nur

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 18 Februari 2019 07:02:46
Pamit Keluar Rumah, Istri Digerebek Warga
 Senin, 18 Februari 2019 07:02:05
Akun FB Wako Pekanbaru Dicatut OTK, Minta Sejumlah Uang
 Sabtu, 16 Februari 2019 08:02:15
Kejati Jadwal Ulang Pemeriksaan Dokter RSJ Tampan
 Jumat, 15 Februari 2019 07:02:53
Ustaz Somad di Malaysia, Sidang Penghinaan Joni Boyok Ditunda
 Jumat, 15 Februari 2019 06:02:09
Berjudi, Caleg Golkar Divonis Empat Bulan Penjara
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca