Cari Keadilan, Iyong Perjuangkan Sebidang Tanah Miliknya Hingga ke KY
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 10 Juli 2019 06:07:39
Cari Keadilan, Iyong Perjuangkan Sebidang Tanah Miliknya Hingga ke KY
KETERANGAN GAMBAR :
Suryaningsih alias Iyong

UTUSANRIAU.CO, BENGKALIS - Suryaningsih alias Iyong, wanita paruh baya berusia 48 tahun warga Jalan Gajahmada, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, RT/RW 03/06 tak pernah menyangka bakal menghadapi kasus hukum yang amat pelik. Demi memperjuangkan sebidang tanah miliknya seluas 98 x 80 meter, Iyong rela hingga menempuh Komisi Yudisial (KY).

Wajah lelah terpancar dari mukanya saat Utusanriau.co menemuinya di PN Bengkalis, Rabu (3/7/2019) lalu. Awalnya dia tergesa-gesa keluar PN Bengkalis dengan membawa berkas sembari menelpon seseorang.

Ia menuturkan sedang menunggu seseorang sembari mengungkapkan baru terima salinan putusan perdata masalah tanah. "Saya heran isi salinan putusan ini berbeda dan putusan majelis hakim yang dibacakan lebih kurang dua minggu lalu," ujarnya membuka perbincangan.

Iyong lantas mencerikan permasalahan yang ia hadapi. Disebutnya  awalnya dia digugat Mulyono Pratikno tentang surat tanah miliknya. "Atas gugatan itu saya ikuti sidang di Pengadilan Negeri Bengkalis dimulai dari mediasi. Karena tidak ada kesepakatan lantas lanjut sidang," ungkapnya lirih.

Sehingga akhirnya sampai sidang putusan 20 Juni 2019. Diapun terima salinan putusan Perkara Perdata gugatan No.39/ Pdt.G/2018/PN.bls

Namun bukannya mendapat titik terang, kasus sengketa tanah miliknya malah makin rumit dan makin membuat dirinya bingung.  Status keabsahan tanah seluas 50 x 60 depa atau 98 x 80 meter miliknya dari pemberian suaminya yang pertama kini pindah kerja ke Pulau Kalimantan justru diklaim kepemilikannya oleh orang yang sama sekali tidak dia kenal.

Yang membuatnya semakin terpukul adalah putusan Majelis Hakim di persidangan Pengadilan Negeri Bengkalis terdiri dari  hakim ketua Annisa Sitawati SH hakim anggota Mohd Rizky Muswar SH MH hakim anggota Aulih Fhatma Widhola SH MH yang berujung mementahkan perjuangan Suryaningsih untuk meraih haknya.

Tak cukup sampai di situ, kini Suryaningsih dirundung ketakutan karena biaya perkara dibebankan kepadanya sebesar Rp14.522.000. Padahal Suryaningsih dari awal sidang 16 Oktober 2018 sampai ambil salinan  putusan 03 Juli 2019 sendiri tanpa didampingi kuasa hukum hanya keluarga dan tetangga yang mendukungnya.

Kasus perdata itu mencuat dan muncul di muka persidangan pada tahun 2018. Saat itu penggugat, yakni Mulyono Praktikno Utomo mengklaim telah membeli tanah objek yang sama milik Suryaningsih  dari seorang  Yasri pada tanggal 15 pebruari 1999 bentuk SKGT diterbitkan oleh Camat Mandau Nomor Reg. 581/SKGT/III/1999 dengan ukuran 80 x 34 meter.

Fakta persidangan saat itu jelas memenangkan akta jual beli tanah pada masa lampau itu dengan bukti tertulis terteranya tanda tangan Suryaningsih yang dibeli tahun 1997  diperoleh dari Lo Gek Cu alias Poni sedang asal surat SKGT tahun 1999 penggugat Mulyono P dari Yasri tidak ada asal awal suratnya.

Suryaningsih  yang buta pendidikan tak habis pikir mengapa tanah miliknya itu tiba-tiba saja bisa dijual oleh Yasri kepada Mulyono Praktikno orang yang tak dikenalnya. Padahal, ia dan suaminya merasa tak secuil pun berhasrat menjual tanah kepada siapa pun, termasuk dengan Mulyono

Hanya saja, setahu Suryaningsih , muncul tekanan-tekanan yang memojokkan kehidupan mereka sebelum kasus perebutan tanah itu mengemuka.

Pada saat  itu Suryaningsih sendiri mengurus anak-anak kali yang berpikir hanya mencari kebutuhan keluarga sering memperoleh perlakuan tak menyenangkan dari oknum tak dikenal berusaha untuk mengambil harta satu-satunya pemberian suami pertamanya.

Suryaningsih pun tak percaya ia bersama keluarga dan tetangga pada saat menghadiri sidang pembacaan  putusan, Kamis 20 Juni 2019 lalu dibacakan hakim anggota Mohd Rizky Musmar SH petikan putusan yang menolak semua tuntutan penggugat Mulyono P.

"Saya mendengar lansung juga keluarga dan tetangga saya ikut menghadiri sidang tersebut dan setelah  hakim anggota Mohd Rizky Musmar menawarkan banding ke kuasa penggugat pada saat itu belum ada ditanggapi," terang Suryaningsih.

Suryaningsih melanjutkan selama ini dia menunggu saja salinan putusan sidang perdata ini karena hasilnya tuntutan penggugat sudah dibatalkan majelis hakim PN Bengkalis.
 
"Setelah saya mendapatkan salinan putusan 3 Juli 2019 lansung pulang ke Duri tanpa melihat atau membaca salinan putusan tersebut. Karena kami awam merasa petikan putus yang dibaca hakim sama dengan salinan putusan. Tapi ketika antrian Ro-ro kami baca terkejutlah bahwa salinan berbeda dengan petikan putusan yang isinya mengabulkan sebahagian tuntutan penggugat," terang Suryaningsih.

Akhirnya Suryaningsih dan keluarga mengajukan banding esok harinya 4 Juli 2019 karena batas akhir pengajuaan banding kalau tidak diajukan ia menerima putusan PN Bengkalis.

"Ia mas saya disuruh anak-anak dan suami ajukan banding karena tanah ini hak kami bukan karena ada ganti rugi pembangunan jalan tol Dumai-Kandis-Pekanbaru dan juga kami akan ajukan laporan ke Komisi Yudisial (KY) Riau atas perbedaan petikan putusan dengan salinan putusan yang kami terima," papar iyong yang terburu-buru ke bank untuk membanyar biaya banding tersebut. (yul)

 

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 18 Juli 2019 20:24:56
Humas PN Pekanbaru Lulus Tes Calon Pimpinan PN Klas I B
 Selasa, 16 Juli 2019 18:01:53
Kasus Penghinaan Suporter PSPS, Polda Riau Telah Mintai Keterangan Gubri Syamsuar
 Selasa, 16 Juli 2019 07:07:30
Lahan Gambut Seluas Tiga Ha Terbakar, Tersangka Pembakar Ditangkap Polisi
 Senin, 15 Juli 2019 17:28:19
Korupsi Kredit Fiktif Rp32 Miliar, Mantan Kacapem BRK Dalu-Dalu Disidangkan
 Senin, 15 Juli 2019 05:07:24
Mobnas Bawa 5 Pegawai Disdik Pelalawan Tabrakan
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca