Terdakwa Penipuan Tiket Citilink Rp275 Juta Dituntut Jaksa 1 Bulan 15 Hari, Divonis Hakim 1 Bulan Penjara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 11 Juli 2019 19:33:19
Terdakwa Penipuan Tiket Citilink Rp275 Juta Dituntut Jaksa 1 Bulan 15 Hari, Divonis Hakim 1 Bulan Penjara
KETERANGAN GAMBAR :

UTUSANRIAU.CO,PEKANBARU- Eva Puri Herawati (36) terdakwa kasus penipuan investasi bodong pengadaan 500 tiket pesawat Citilink untuk perjalanan wisata fiktif karyawan RSCM tujuan Bali dan Lombok senilai Rp275 juta, divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru selama satu bulan penjara.

Sidang vonis yang dipimpin majelis hakim Saut Maruli Tua SH ini digelar Kamis (11/7/19). Terdakwa yang merupakan Direktur PT Tiva Tourindo ini, dinyatakan bersalah melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

"Menghukum terdakwa  Eva Puri Herawati dengan pidana penjara selama satu bulan,"kata Saut.

Usai pembacaan vonis itu, terdakwa yang ditanyakan hakim atas putusan itu langsung menerimanya. Hal senada juga disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Aulia Rahman SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 1 bulan dan 15 hari.

Terdakwa sendiri tampak sumringah usai mendengar vonis hakim itu. Kemudian dia pun melenggang keluar sidang tanpa pengawalan, karena sebelumnya memang tidak ditahan jaksa.

Eva diajukan ke pengadilan karena menipu korbannya Hanny Kumala, pada Rabu (21/3/18) silam. Berawal ketika itu, keduanya bertemua di sebuah kafe di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.

Kepada Hanny, terdakwa mengaku perusahaannya itu mendapat kerjasama dengan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk membawa karyawan rumah sakit itu tour ke Bali. Eva menawarkan investasi kepada Hanny untuk pengadaan 500 tiket pesawat Citilink untuk perjalanan wisata karyawan RSCM itu.

Bahkan terdakwa menjanjikan keuntungan yang besar kepada Hanny. Asalkan, Hanny mau menginvestasikan uangnya sebesar Rp275 juta.

Awalnya, korban ingin meminta izin dulu kepada suaminya. Namun Eva terus mendesak korban, untuk segera menyerahkan uang ratusan juta itu.

Bahkan Eva mengtakan kepada Hanny, apabila investasi ini gagal, perusahaan terdakwa akan diblacklist oleh RSCM. Hingga akhirnya korban terbujuk rayu dan menyerahkan cek tunai sebesar Rp275 juta kepada Eva pada tanggal 26 Maret 2018 di Warung Wahid Jalan Durian Pekanbaru.

Ketika itu, terdakwa berjanji akan mengembalikan modal korban paling lambat April 2018 dan keuntungannya sebesar Rp170 juta pada Mei 2018.

Akan tetapi setelah itu, terdakwa justru mengingkari janjinya. Setiap ditagih, terdakwa selalu mengelak dengan berbagai alasan.

Korban yang mulai curiga, lalu mencoba mengeceknya ke RSCM Jakarta tentang kpengadaan 500 tiket pesawat Citilink untuk karyawan tersebut. Alangkah kagetnya korban, ternyata RSCM tidak pernah melakukan kerjasama pengadaan tiket itu dengan perusahaan terdakwa. Hingga akhirnya, korban melaporkannya ke polisi.nor


 

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 15 Oktober 2019 04:10:37
Polisi Gerebek Kafe Pangkalan Gondai Dua Pelaku Narkoba Diamankan
 Minggu, 13 Oktober 2019 01:10:37
Seorang Pelajar Tewas, Tabrakan Beruntun di Jalan Lintas Timur Km 53 Pelalawan
 Minggu, 13 Oktober 2019 08:10:49
Kapolda Riau : Perkembangan Penegakan Hukum Karhutla akan Disampaikan Cepat dan Akurat
 Sabtu, 12 Oktober 2019 08:10:41
Dir Tipidter: Karhutla Berat, Masyarakat Dimohon Mengerti
 Sabtu, 12 Oktober 2019 08:10:54
Pemerintah Komitmen Lakukan Penegakan Hukum Karhutla Secara Serius
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca