Korupsi Kredit Fiktif Rp32 Miliar, Mantan Kacapem BRK Dalu-Dalu Disidangkan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 15 Juli 2019 17:28:19
Korupsi Kredit Fiktif Rp32 Miliar, Mantan Kacapem BRK Dalu-Dalu Disidangkan
KETERANGAN GAMBAR :

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU- Empat terdakwa kasus tindak pidana korupsi kredit Bank Riau Kepri (BRK) Kantor Cabang Pembantu (Kacapem) Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu, dengan kerugian negara sebesar Rp32 miliar, disidangkan Senin (15/7/19) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. 

Para terdakwa yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) DR Apriliani Purba SH MH ke persidangan itu diantaranya, Ardinol Amir (mantan Kepala Bank Riau-Kepulauan Riau (BRK) Capem Dalu-Dalu), Zaiful Yusri, Syafrizal dan Heri Aulia (ketiganya menjabat sebagai analis kredit).

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Saut Maruli Tua Pasaribu SH itu, JPU dalam dakwaannya menyebutkan, dugaan korupsi yang dilakukan para terdakwa terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014. Dimana penyaluran kredit yang diduga fiktif itu, berupa kredit umum perorangan yang dicairkan sekitar Rp43 miliar kepada 110 orang debitur. 

Mayoritas para debitur itu hanya dipakai nama dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Sejumlah debitur ada yang dijanjikan plasma atau pola kerjasama dalam pembentukan kebun kelapa sawit. Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara debitur dengan Pimpinan BRK Cabang Dalu-dalu saat itu.

Namun Kenyataannya, para debitur tidak menerima pencairan kredit. Mereka hanya menerima sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu karena telah meminjamkan KTP dan KK guna pencairan kredit. Kuat dugaan ada oknum BRK yang menggunakan nama para debitur untuk pengajuan kredit.

Belakangan diketahui kredit itu macet. Saat pihak bank melakukan penagihan, baru diketahui bahwa sebagian besar debitur tidak pernah mengajukan dan menerima pencairan kredit.

"Akibat penyimpangan dalam penyaluran kredit tersebut, keempat terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,"kata JPU.

Atas dakwaan jaksa tersebut, Iwat Hendri SH selaku kuasa hukum terdakwa akan mengajukan keberata (eksepsi) pada sidang berikutnya. Hakim kemudian menunda sidang hingga satu pekan mendatang.nor
 

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 14 August 2019 09:08:55
Pasca Karlahut Semakin Meningkat Kapolres Janjikan 5 Juta Penangkap Pelaku Karlahut
 Selasa, 13 August 2019 01:08:56
Tak Hanya Geledah Geledah Rumah Dinas, KPK Geledah Kantor Walikota Dumai
 Selasa, 13 August 2019 08:08:57
Malam Idul Adha, Seorang Warga Air Molek Diamankan Polisi
 Senin, 12 August 2019 10:08:24
Seorang Remaja Tenggelam di Pantai Kute Pangkalan Kerinci
 Minggu, 11 August 2019 06:08:36
Kejati Riau Pastikan Hukuman Berat Menanti Pelaku Karhutla
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca