PLN Bakal Potong Bonus Pegawai Akibat Listrik Mati
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 07 August 2019 08:08:39
PLN Bakal Potong Bonus Pegawai Akibat Listrik Mati
KETERANGAN GAMBAR :
ilustrasi

Utusanriau.co, Jakarta - PT PLN (Persero) bakal memangkas Insentif Kesejahteraan (IKS) alias bonus pegawai akibat insiden listrik padam di DKI Jakarta dan Jawa bagian barat pada Minggu (4/8/2019) dan Senin (5/8/2019). Hal itu dilakukan untuk membayar kompensasi pelanggan terdampak pemadaman listrik.

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Raharjo Abumanan menjelaskan perusahaan pelat merah itu menerapkan Indek Kinerja Kunci (KPI) bagi karyawan maupun secara organisasi. KPI diukur berdasarkan capaian target bagi karyawan maupun perseroan. Jika target tak tercapai, secara otomatis, bonus yang dibawa pulang pun tak utuh. 

"Di PLN ada namanya IKS, kalau di luar namanya bonus. Nah bonus kerjanya terkoreksi, saya biasanya dapat 100 persen (sekarang) bawa pulangnya terkoreksi. Jadi bukan dipotong gaji, kalau gaji pokok tetap," jelasnya seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (6/8/2019).

Ia menjelaskan target yang dimaksud di atas adalah target pendapatan (revenue) yang diprediksi turun lantaran harus memberikan kompensasi kepada 21,9 juta pelanggan terdampak pemadaman listrik.

Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani menyatakan total kompensasinya mencapai Rp839 miliar. Kompensasi itu mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terikat dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN.

Beleid tersebut mewajibkan perseroan memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen bila pelayanan tenaga listrik realisasi mutunya tidak sesuai harapan. 

Sripeni mengatakan konsumen non subsidi mendapatkan pengurangan tarif listrik sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum. Sedangkan konsumsi subsidi mendapatkan pengurangan tagihan sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum. 

Untuk konsumen pada tarif listrik prabayar (token), pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan pada konsumen untuk tarif listrik reguler. Pengurangan tagihan tersebut diperhitungkan pada tagihan listrik atau pembelian token tenaga listrik prabayar pada bulan berikutnya.

"Penjualannya akan terkoreksi karena ada kompensasi, nah revenue (pendapatan) tidak tercapai," jelas Djoko. 

Oleh sebab itu, ia bilang perseroan akan mengupayakan berbagai efisiensi guna menjaga kinerja keuangan. Namun, ia enggan merinci upaya efisiensi tersebut. Ia hanya memastikan turunnya pendapatan tak akan mengganggu operasional perusahaan setrum negara itu.  "Kami usaha dengan sektor lain untuk penghematan pasti ada aksi korporasi," katanya. (rik)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 09 Desember 2019 12:12:11
Dorong Masuknya Investor, Pemprov Riau Terus Berupaya Meningkatkan Pelayanan Perizinan
 Sabtu, 07 Desember 2019 10:12:33
Optimalkan Pelayanan Perizinan, DPMPTSP Provinsi Akan Gelar Sosialisasi OSS 1.1 dengan Kab/Kota Se Riau
 Kamis, 05 Desember 2019 05:12:48
Bulog Akan Gandeng KADIN Bengkalis Jual Produknya
 Sabtu, 30 November 2019 08:11:21
Tingkatkan Ketahanan Energi, PT Pertamina (persero) beserta Elnusa Petrofin Menggelar Go Live Pengelolaan Mobil Tangki BBM di 5 Wilayah di Sulawesi
 Selasa, 26 November 2019 07:11:04
Jetstar Perkenalkan Layanan Baru Untuk Top Up Bagasi Jinjing Hingga 14 Kilogram
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca