Ini Tips Agar Mahasiswa Baru Tidak Terpapar Paham Radikal Terorisme
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 21 August 2019 09:08:48
Ini Tips Agar Mahasiswa Baru Tidak Terpapar Paham Radikal Terorisme
KETERANGAN GAMBAR :
BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung, Selasa (20/8/2019), menggelar kegiatan Dialog Pelibatan Civitas Academica dalam Pencegahan Terorisme di kampus Universitas Lampung.

UTUSANRIAU.CO, BANDAR LAMPUNG - BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung, Selasa (20/8/2019), menggelar kegiatan Dialog Pelibatan Civitas Academica dalam Pencegahan Terorisme di kampus Universitas Lampung. Tips agar mahasiswa baru tidak terpapar paham radikal terorisme disampaikan. 

"Pertama kuncinya ada di dosen pada saat pengenalan, terutama dosen pendamping. Dosen pendamping harus peka dan bisa memetakan ini siapa dan bagaimana karakternya," kata Hamli. 

Tips kedua, lanjut Hamli, adalah perlunya pengawasan dari pemangku kepentingan di perguruan tinggi terhadap mahasiswa di lingkungan tempat tinggalnya. "Tempat tinggal bisa di asrama atau di kos-kosan, jika mahasiswa ada di luar kampus. Bagaimana pergaulannya perlu dilakukan pengawasan," tambahnya. 

Selanjutnya yang juga harus diawali dari mahasiswa baru adalah aktifitas keagamaan yang diikutinya, terutama forum-forum pengajian. Hamli menegaskan tidak menyalahkan pengajiannya, melainkan mengungkap fakta adanya  kelompok tertentu yang menyalahgunakan aktifitas itu untuk penyebarluasan paham radikal terorisme. 

"Ini hasil pemantauan. Faktanya memang ada kelompok tertentu yang menyalahgunakan pengajian untuk menyebar paham radikal terorisme. Bukan pengajiannya yang salah, tapi oknum yang memanfaatkannya untuk tujuan jahat," tandas Hamli. 

Pengajar Sekolah Kajian Global Strategic (SKSG) Universitas Indonesia, Muhammad Syauqillah, membenarkan fakta yang diungkapkan oleh Brigadir Jenderal (Pol) Hamli. Khusus untuk penyebarluasan paham radikal terorisme, hal itu biasa terjadi di awal penerimaan mahasiswa. 

"Mungkin di sini pernah ada yang mengalami. Nanti kalau masuk ke kampus A, B, dan C hubungi di A, B, dan C. Sudah diarahkan sejak dari masuk. Jaringan mereka memang sangat kuat dari dalam dan luar kampus," ungkap Syauqillah. 

Merespon hal tersebut Syauqillah menekankan pentingnya penanaman pemahaman keagamaan dan kebangsaan bagi generasi muda. "Seluruh kalangan di lingkungan kampus juga harus bahu-membahu melindungi mahasiswa baru dari pengaruh paham radikal terorisme," katanya. 

Sementara mantan narapidana terorisme, Kurnia Widodo, di kegiatan yang sama menyampaikan pengalamannya kepada mahasiswa untuk dijadikan pembelajaran bersama agar tidak terjerumus ke dalam jaringan pelaku. Semuanya bisa diawali dengan langkah yang tepat dalam pertemanan. 

"Bukannya Rasulullah memerintahkan berteman dengan penjual parfum agar terpapar aroma wangi? Saya sendiri menjadi pelaku karena salah dalam memilih teman. Karena itu adik-adik di sini saya minta jangan salah dalam pertemanan," pungkas Kurnia. [shk/shk]

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 17 September 2019 09:09:04
Anggota Komis IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin
 Selasa, 17 September 2019 09:09:50
Atasi Karhutla, Pemerintah Diminta Maksimalkan WaterBomb
 Selasa, 17 September 2019 09:09:16
Indonesia Darurat Udara Bersih
 Selasa, 17 September 2019 08:09:58
Inilah Poin-poin Revisi UU KPK yang Disepakati DPR dan Pemerintah
 Selasa, 17 September 2019 08:09:05
DPR Sahkan Lima Pimpinan KPK Periode 2019-2024
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca