Kajian Pelestarian Cagar Budaya di Cenrana Kabupaten Bone
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 12 September 2019 07:09:46
Kajian Pelestarian Cagar Budaya di Cenrana Kabupaten Bone
 
Kajian Pelestarian Cagar Budaya di Cenrana Kabupaten Bone

UTUSANRIAU.CO, WATAMPONE - Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan (BPCB Sulsel), sebanyak 17 orang yang terdiri dari arkeolog, tenaga teknis, dan akademisi dari Universitas Hasanuddin melakukan survei dan pemetaan potensi cagar budaya di Kecamatan Cenrana.

Adapun akademisi yang terlibat dalam kajian ini yaitu Dr. Muhlis Hadrawi, yang merupakan ahli Filologi dari Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, dan Yadi Mulyadi, M.A dari Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, yang juga merupakan saah seorang Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan survei dan pemetaan ini merupakan tahapan dari kajian pelestarian cagar budaya, untuk mengidentifikasi potensi cagar budaya di Kecamatan Cenrana.

Kecamatan Cenrana, merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bone yang berdasarkan penelitian arkeologi maupun kajian naskah Lontara memiliki potensi cagar budaya berupa situs-situs arkeologi yang terkait dengan jejak sejarah Cenrana. Jejak kesejarahan tersebut erat kaitannya dengan Kerajaan Bone.

Salah satu situs yang telah dilindungi sebagai cagar budaya yaitu Kompleks Makam La Patau Matanna Tikka. Di kompleks makam ini terdapat makam La Patau Matanna Tikka yang merupakan Raja Bone yang memerintah pada 1696-1714.

Selain itu di kompleks makam ini, terdapat juga makam para istri La Patau dan tokoh lainnya. Selain kompleks makam ini, juga terdapat tinggalan lain yaitu berupa makam-makam kuno, sisa struktur benteng, sumur bersejarah, dan jejak pemukiman tua berupa sebaran fragem keramik dan bekas tiang rumah.

Iswadi, sebagai Koordinator Lapangan tim kajian, menyebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan mulai 11-18 September 2019, dengan memfokuskan pada identifikasi dan pemetaan situs-situs arkeologi dan sejarah yang berpotensi sebagai cagar budaya.

Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi data penting khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Bone dalam merumuskan kebijakan pelestarian dan pengelolaan cagar budaya di Kecamatan Cenrana. Sehingga masyarakat dapat merasakan kebermanfaatan dari cagar budaya yang terdapat di Kecamatan Cenrana.12/09/2019. **rilis

 
 
Kajian Pelestarian Cagar Budaya di Cenrana Kabupaten Bone
 
 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 20 Oktober 2019 12:10:55
32 Paguyuban FPK Pelalawan Meriahkan Karnaval Kebudayaan Provinsi Riau
 Sabtu, 19 Oktober 2019 06:10:35
Dua Lagu Penyanyi Asal Pekanbaru Aci Cahaya Jadi Soundtrack Film Ajari Aku Islam
 Sabtu, 12 Oktober 2019 03:10:07
Festival Budaya Bahri tahun 2019 Pantai Selat Baru
 Jumat, 11 Oktober 2019 03:10:35
DPD RI Akan Perjuangkan Pelestarian Kearifan Lokal
 Kamis, 10 Oktober 2019 09:10:20
Parade Kebudayaan Betawi di Gedung Parlemen
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca