Bareskrim Polri Turun Tangan Mencari Alat Bukti Perusahaan Pembakar Lahan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 21 September 2019 09:09:15
Bareskrim Polri Turun Tangan Mencari Alat Bukti Perusahaan Pembakar Lahan
KETERANGAN GAMBAR :
Bareskrim Polri Turun Tangan Mencari Alat Bukti Perusahaan Pembakar Lahan

UTUSANRIAU.CO, PELALAWAN - Dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) PT Adei Plantation perusahaan asal Malaysia telah mengundang Bareskrim Polri turun tangan mengejar alat bukti dan tersangka pelaku. 

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia mulai melakukan penyidikan  terhadap lahan perkebunan  yang terbakar di Divisi II desa Batang Nilo, kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, terjadi sepakan lalu. 

Tim Bareskrim didampingi Dirkrimsus Polda Riau, Kapolres Pelalawan meninjau lokasi lahan terbakar. Melakukan penyegelan lokasi dan konprensi pers dilokasi dengan sejumlah wartawan, Jumat kemarin (20/09).

Kehadiran tim memastikan keseriusan kepolisian menindak tegas terhadap lahan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan korporasi yang mengalami karhutla. Direktur Tipiter Bareskrim Polri, Brigadir Jendral (Brigjen) Fadhil Imran, bersama jajaran Dirkrimsus Polda Riau, Kapolres Pelalawan meninjau lokasi lahan terbakar.

Bareskrim kembali melakukan penyegelan ulang, sekaligus menggelar komfrensi Pers. Ditengah lahan terbakar ditancapkan segel bertuliskan 'areal lahan ini dalam penyidikan Bareskrim Polri sesuai dengan laporan polisi nomor: LP/A/0822/IX/2019/Bareskrim tanggal 20 September 2019.

Dalam keterangannya,  Brigjen Fadhil Imran mengungkapkan, penijauan dirinya, kelokasi lahan terbakar PT Adei Plantation adalah bentuk keseriusan kepolisian melakukan penyidikan mencari tersangka dan alat bukti.

Terkait penindakan lahan PT Adei pihaknya, kata Fadhil Imran mendapatkan laporan pada tanggal 7 September 2019 sekira pukul 17.00 WIB lahan ini terbakar, seluas 4,25 hektar.

Berdasarkan foto citra satelit, tim Polres Pelalawan turun dan kami dari Bareskrim "memback up" untuk melakukan penyidikan. Sebutnya, bahwa ditemukan adanya rencana penanaman kembali, atau replanting di areal ini.

"Ini membuktikan kami serius, semua modus operansi kebakaran lahan, kebakaran hutan baik milik korporasi maupun milik perorangan, akan kita tindak semuanya. Jadi hari ini terhadap lahan PT Adei akan kita pasang garis polisi," tegasnya.

Serangkaian penyelidikan kemarin, kata dia material bekas terbakar sudah diambil, untuk diproses dilaboratorium dan dimintai keterangan saksi ahli.

"Untuk lahan PT Adei ini kita kenakan pasal 98 dan 99 undang-undang lingkungan hidup, dimana barang siap dengan sengaja dengan lalainya, terganggunya baku mutu, air, tanah dan udara yang dapat merusak lingkungan, dapat dipidana 10 tahun jika disengaja dan jika lalai 9 tahun," tutupnya. EP
 

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 22 Oktober 2019 07:10:45
Truck Terguling Menutup Jalintim km 95 Polisi Lakukan Evakuasi dan Atur Kemacetan Panjang
 Senin, 21 Oktober 2019 01:10:48
Tangkap Pelaku, Serahkan Pihak Berwajib
 Selasa, 15 Oktober 2019 04:10:37
Polisi Gerebek Kafe Pangkalan Gondai Dua Pelaku Narkoba Diamankan
 Minggu, 13 Oktober 2019 01:10:37
Seorang Pelajar Tewas, Tabrakan Beruntun di Jalan Lintas Timur Km 53 Pelalawan
 Minggu, 13 Oktober 2019 08:10:49
Kapolda Riau : Perkembangan Penegakan Hukum Karhutla akan Disampaikan Cepat dan Akurat
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca