Okober, Diskes Pekanbaru Catat 2.300 Penderita TB
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 04 November 2019 07:11:42
Okober, Diskes Pekanbaru Catat 2.300 Penderita TB
KETERANGAN GAMBAR :
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, M Amin.

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU -- Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat 2.300 penderita Tuberkulosis (TB) di Kota Pekanbaru. Data ini terhitung hingga Oktober 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Muhammad Amin kepada media menyebutkan, jumlah tersebut masih sebagian dari target temuan TB yang ditetapkan. Dikatakannya, target 2019, Diskes harus menemukan, serta mengobati penderita TB hingga 5.700 kasus.

"Sampai Oktober kemarin kita temukan sebanyak 2.300 kasus. Terhitung dari Januari 2019. Sementara tahun ini target temuan kita 5.700 kasus," ungkap Muhammad Amin, Jum’at (1/11/2019).

Diakui pria yang kini juga menjabat sebagai Kepala Disdalduk KB Pekanbaru ini, masih ada penderita TB yang tidak terdata oleh pihaknya. Pasalnya, Diskes hanya menerima data melalui rumah sakit swasta yang bekerjasama dengan pemerintah, maupun data dari puskesmas milik Pemerintah Kota Pekanbaru sendiri.

Lanjut Muhammad Amin, sepanjang 2018 lalu, Diskes berhasil mengatasi 4.433 kasus TB di Pekanbaru, dengan persentasi keberhasilan pengobatan 90,5 persen. Sementara itu, disebutkannya, penderita TB setiap tahunnya mengalami peningkatan.

"Kita berusaha menemukan TB dan kita obati sampai sembuh. Tahun kemarin 90,5 persen berhasil kita obati," terang Amin.

Muhammad Amin tidak menampik, dalam penanganan kasus TB cukup sulit menemukan penderita. Ia mengatakan banyak masyarakat yang enggan berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Padahal penderita TB sangat mudah menularkan penyakit kepada orang lain.

"Sebenarnya yang terdampak TB itu banyak. Tapi sedikit yang mau berobat," ujar Muhammad Amin.

Dalam penanganan kasus TB dikatakan Muhammad Amin, pihaknya bekerjasama dengan rumah sakit dan klinik pratama.

Dijelaskannya, satu kali bersin, penderita TB dapat menularkan virus kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya. Bahkan ketika berbicara dan tanpa sengaja percikan air liur mengenai orang lain, juga dapat menularkan TB.

Ia berharap, bagi masyarakat penderita TB, supaya memeriksakan diri ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan. Penderita TB hendaknya proaktif terhadap kesehatan nya untuk berobat ke puskesmas. Untuk pengobatan TB masyarakat dapat melakukan pengobatan ke puskesmas secara gratis.

Lanjutnya, TB dapat di deteksi dengan mengenali gejala. Diantaranya, batuk secara terus menerus selama tiga pekan, berkeringat di malam hari tanpa sebab yang jelas, badan lemah, dahak bercampur dengan darah atau penderita batuk berdarah, rasa sakit pada dada dan sesak napas, demam lebih dari satu bulan, dan nafsu makan menurun sehingga berat badan menurun.(Kominfo/red)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 13 November 2019 05:11:31
HKN Ke-55, Diskes Riau Adakan Sejumlah Perlombaan Dan Promosi Kesehatan
 Senin, 14 Oktober 2019 08:10:47
Ratusan Warga Kecamatan Tambang Kampar Manfaatkan Layanan Kesehatan
 Senin, 14 Oktober 2019 07:10:13
Sekdako Pekanbaru Drs H Mohd Noer, MBS, SH, M.Si Minta Pelayanan Kesehaatan di Tingkatkan
 Minggu, 06 Oktober 2019 04:10:09
Capaian Hasil Pelalawan Sehat Pemkab Pelalawan Terima Penghargaan Dari Menkes di NTT
 Jumat, 04 Oktober 2019 06:10:23
Sekda Meranti Dorong Peningkatan Nilai Akreditasi dan Pelayanan Masyarakat
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca