Pj Sekdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie Menuturkan Pelaku Karhutla Bukan KTP Riau
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 09 November 2019 10:11:32
Pj Sekdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie Menuturkan Pelaku Karhutla Bukan KTP Riau
KETERANGAN GAMBAR :
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Syah Harrofie saat menggelar Rapat

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Syah Harrofie, menuturkan bahwa sejauh ini pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau bukan penduduk Riau.

Ia mengungkapkan, dari sekian pelaku yang tertangkap, kebanyakan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di luar Provinsi Riau dengan berbagai alasan tinggal di Riau.

Ahmad Syah menerangkan bahwa tidak bisa dipastikan Riau terbakar atau dibakar, namun adanya penemuan seperti disebutkan di atas menjadi salah satu indikator kecurigaan adanya orang-orang yang dibayar dalam terjadinya karhutla.

"Ada yang kita temukan di lapangan, usai membakar lahan kemudian lari pas tertangkap ternyata bukan orang Riau, KTPnya dari luar daerah," ungkapnya saat menghadiri rapat bersama Komisi IV DPR RI, di ruang rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Kamis (07/11).

Ia menjelaskan bahwa sudah beberapa kali diberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan, namun faktanya bukan masyarakat Riau yang melakukan pembakaran.

"Jadi seolah tidak nyambung, masyarakat kita selalu diedukasi sementara yang berbuat diluar dari Riau," ucapnya.

Taman Nasional Tesso Nilo yang ada di Kabupaten Pelalawan, ungkapnya, sekaligus kawasan konservasi SDA Riau sempat ditemukan adanya alat berat ilegal yang bekerja di kawasan tersebut. Kemudian, ditangkap petugas dan diproses secara hukum yang berlaku.

"Tesso Nilo yang kita lindungi ternyata dirusak orang asing," tambahnya.

Ia menegaskan, kedepannya akan menjadi perhatian Pemprov Riau dalam kasus karhutla, apalagi adanya temuan-temuan campur tangan masyarakat luar dalam kerusakan lingkungan di Riau.

"Akan kita tindak secara tegas. Akan dilakukan penertiban administrasi agar lebih baik lagi," terangnya. (mcr/urc/ip)

 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 01 Desember 2019 10:12:32
Wagubri H Edy Nasution Tinjau Banjir Bonai Darussalam di Kab Rohul
 Senin, 25 November 2019 06:11:18
Destinasi Wisata di Riau Raih Anugerah Pesona Indonesia 2019
 Sabtu, 23 November 2019 08:11:03
Gubri Sampaikan DIPA 2020 Untuk Kepala Daerah dan Forkopimda
 Kamis, 21 November 2019 08:11:49
Pemprov Riau Terima Anugerah Keterbukaan Informasi 2019
 Minggu, 17 November 2019 11:11:03
Gubri Terima DIPA Tahun 2020 Sebesar Rp25,2 Triliun
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca