× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
Walikota Ajak Semua Pihak Bekerjasama Agar Bisa Keluar dari Pandemi Covid-19

ekonomi | Rabu, 11 November 2020

Walikota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, MT


UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU  -  Walikota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, MT mengajak semua pihak bisa saling membantu agar bisa keluar dari krisis di masa pandemi Covid-19.

"Maka kita semua bisa semangat, agar segera bangkit dan mampu keluar dari krisis dalam pandemi ini," paparnya usai menghadiri Peringatan Hari Pahlawan di Kota Pekanbaru, Selasa (10/11/2020).

Suasana pandemi tidak lantas mengurangi semangat Peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Prosesi peringatan Hari Pahlawan di Kota Pekanbaru berlangsung sederhana.

Wako menyebut bahwa peringatan Hari Pahlawan tahun ini berbeda dibanding tahun lalu. Prosesi kegiatan mengikuti protokol kesehatan mencegah Covid-19.

Jajaran pemerintah kota dan unsur forkopimda mengikuti prosesi peringatan di aula Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru. Mereka mengikuti kegiatan sesuai protokol kesehatan.

Para undangan mengenakan masker selama berada di aula itu. Mereka juga menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Acara peringatan kali ini juga berlangsung secara virtual. Jumlah peserta pun terbatas di aula tersebut.

Ratusan karyawan di Rumahkan

Sumber Foto: Merdeka.com

Selanjutnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru mendata lebih dari 900 karyawan swasta di Pekanbaru dirumahkan. Ratusan karyawan itu tidak bisa lagi bekerja karena kondisi perusahaan yang kesulitan keuangan. 

Karyawan itu terdiri dari perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan dan jasa yang ada di Kota Pekanbaru. Kepala Disnaker Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan, jumlah itu terhitung sejak awal pandemi pada Maret 2020 hingga saat ini. 

"Dari yang kami data jumlahnya mencapai 900 orang lebih. Itu karyawan dari perusahaan swasta," ujar Jamal, Rabu (14/10/2020). 

Menurutnya, perusahaan tidak mampu lagi membayarkan gaji karyawan akibat biaya operasional yang tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat. 

Untuk saat ini di Kota Pekanbaru, dikatakan Jamal, pihaknya belum bisa memastikan data akurat untuk jumlah karyawan swasta yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) atau juga dirumahkan. Sebab tidak semua perusahaan yang melapor ke pihaknya mengenai ada karyawannya yang dirumahkan atau juga di PHK.

Meskipun menurut aturannya perusahaan berkewajiaban untuk melapor ke Disnaker ketika akan merekrut karyawan atau juga memberhentikannya. "Tidak semua perusahaan yang melaporkan hal tersebut kepada kita," terangnya. 

Ia mengungkapkan juga tidak ada laporan akurat yang sampai ke Disnaker untuk karyawan swasta yang di PHK akibat terdampak Covid-19. Walaupun ada kasus PHK yang diterima Disnaker, namun alasannya bukan karena pengaruh Covid-19. **Advertorial