× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
UMI Libatkan Dosen Muda dalam Pengabdian Masyarkat

kampus | Sabtu, 21 November 2020

UMI Libatkan Dosen Muda dalam Pengabdian Masyarkat

UTUSANRIAU.CO, JENEPONTO - Dosen Muda Universitas Muslim Indonesia (UMI) turut berkonstribusi dalam program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI. Dosen Pemula tersebut dari Fakultas Agama Islam (FAI) UMI yaitu Prabu Rohman,S.Pd.i., M.Pd.i selaku Ketua Tim Pengabdi dan Muhammad Syahrul,S.Pd., M.Pd dan Ahmad Wakka,L.c., M.Ag selaku anggota.

Dosen Muda ini menggagas program dengan tema Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bagi Masyarakat yaitu Pemberdayaan Guru SD Dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Di Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Kegiatan beralngsung 19 November 2020 dengan menghadirkan peserta yang terdiri dari Guru-Guru SD se-Kecematan Turatea, Kab. Jeneponto. Turt hadir Camat Turatea dan sebagian Stafnya.

“Masyarakat merespon positif kegiatan yang digagas oleh Dosen Muda UMI” kata Camat Turatea.

Bahkan Pak Camat meminta agar masyarakat Desa Paitana juga bisa dilibatkan hingga kegiatan tersebut dipindahkan dari SD 115 Tabuakang ke Kantor Desa Paitana untuk mencukupi kapasitas peserta,terang Prabu Rohman,S.Pd.i, M.Pd.i selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.

Pengabdian Masyarakat bagi Dosen FAI UMI adalah upaya mensinergikan ilmu yang didapatkan mengenai bidang ilmu pendidikan dan agama khususnya konsentrasi pendidikan dan agama dengan realita yang terjadi di lapangan. “Sifatnya sharing saling bertukar pikiran dan diskusi”, jelas Muhammad Syahrul,S.Pd., M.Pd.

Selanjutnya, Ahmad Wakka,L.c., M.Ag menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui bagaimana guru SD yang ada di Desa Paitana diberdayakan dalam hal pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal masyarakat setempat dan mengoptimalkan potensi peserta didiknya dan masyarakat.

”Output dari kegiatan pengabdian ini yaitu diharapkan guru bisa memberikan keteladanan karakter kepada peserta didiknya, selain itu pemahaman guru terkait pendidikan karakter meningkat”, tutup Prabu.**sumber : rilis