×
PLT Dirut RSJ Tampan Minta Keluarga Jemput Pasien ODGJ yang Sudah  Sembuh

kesehatan | Senin, 10 Januari 2022

PLT Dirut RSJ Tampan Minta Keluarga Jemput Pasien ODGJ yang Sudah  Sembuh

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - PLT Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Prov Riau, dr Elita Sari, meminta keluarga dari pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah dinyatakan sembuh untuk menjemput pasien. Permintaan itu sebagai upaya untuk menghindari over kapasitas Kamar Perawatan di RSJ Tampan. 

"Kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga ODGJ, agar memberikan perhatian dan kasih sayang lebih kepada penderita. Yang saat ini sudah dinyatakan layak boleh pulang oleh dokter,  kepada pihak keluarga untuk segera menjemput," kata PLT Direktur RSJ Tampan Riau dr. Elita Sari, dikantornya, Senin (10/01/2022).

Gedung Rumah Sakit Jiwa Tampan Prov. Riau.Sumber Foto: Internet

Dikatakan, kesembuhan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sebenarnya tergantung dari keluarga dan lingkungan. Bukan dari rehabilitasi saja. Sayangnya, banyak keluarga yang tidak menyadari hal ini.

Menurut Elita, kondisi kesehatan ODGJ sangat dipengaruhi oleh perlakuan yang ia terima dari keluarga dan lingkungan. Penyembuhan terbaik pada ODGJ adalah kasih sayang dan kepedulian dari keluarga, serta dukungan dari lingkungan tempat tinggalnya.

Misalnya, ada anggota pasien ODGJ ditolak oleh keluarganya, meskipun telah direhabilitasi dari RSJ tampan dan dinyatakan sembuh. Keluarga tidak mau menerima dan malah  meminta agar dinsos membawanya ke panti. "Sikap seperti ini yang kita sayangkan," tuturnya.

Dikatakan, pasien yang sudah sembuh dan dibawa pulang agar pasien yang lain bisa menempati ruangan untuk perawatan. Jadi tidak menumpuk karena kalau pasien yang sudah sembuh tidak dijemput keluarga ini akan menyebabkan over kapasitas ruang inap yang ada. 

Dijelaskan, saat ini untuk kapasitas daya tampung 260 orang tempat tidur  (TT). "Untuk dokter spesialis jiwa masih dibutuhkan kendati yang ada masih mampu menanganinya. Tapi apabila  ada penambahan dokter spesialis jiwa akan sangat membantu," ungkap  Erlita. **Ad/ red