Home | Internasional | Nasional
     
Senin, 24 April 2017 05:04:11
DKP Riau Gelar Pelatihan dengan Kab/Kota, "Mutu dan Keamanan Pangan Segar Menjadi Tujuan Utama"
 
Ennantha Sri Haryani Kabid Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pusat Kementan RI menjadi narasumber Pelatihan mutu dan keamanan pangan DKP Riau Senin (17-20/4/17). Bertempat di New Hollywood Hotel Pekanbaru.

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Dalam rangka untuk peningkatan mutu, gizi dan keamanan pangan serta mendukung pemasaran hasil pertanian di Provinsi Riau, Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Riau menggelar pertemuan pelatihan "mutu dan keamanan pangan," Senin  (17-20/4/17). Bertempat di New Hollywood Hotel Pekanbaru Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov.Riau, Ir. Darmansyah.

Kegiatan ini diikuti oleh 24 orang peserta yang terdiri dari utusan 12 Kabupaten kota Seriau masing -masing kabupaten hanya mengirim 2 orang pejabat di dinas pertanian.Dalam sambutannya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov.Riau, Ir. Darmansyah mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menjamin tersedianya pangan segar yang aman untuk dikonsumsi masyarakat, Sayuran segar banyak dikonsumsi pelaku hidup sehat.  Dalam mengonsumsi sayuran segar, kini banyak orang memilih sayuran berlabel organik dengan anggapan lebih bersih dan sehat. namun itu belum tentu, untuk itulah Diskepang Riau pentingnya mengadakan pelatihan pelatihan mutu dan keamanan pangan bersama kabupaten/kota Ini dengan menghadirkan nara sumber Ennantha Sri Haryani Kabid Keamanan  Pangan Badan  Ketahanan Pangan Pusat Kementan RI.

Menurut Darmansyah, "pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap masalah keamanan pangan terutama produsen skala rumah tangga masih minim. Salah satu residu yang paling mungkin menempel pada sayuran ada pestisida. Bahan kimia ini digunakan petani untuk mencegah hama saat sayuran ditanam yang saat ini petani lakukan". 

Berbeda dengan tanaman biasa yang banyak menggunakan bahan produk organik selain sayuran, meliputi buah, dan segala macam jenis daging yang semuanya diproduksi tanpa terkontaminasi zat kimia apa pun, beber darmasnyah.

Selain itu, dampak bagi ekosistem pun sangatlah baik. Tanah menjadi subur, mikroorganisme di dalam tanah berkembang secara alami yang dapat menyumbangkan mineral dan kandungan vitamin yang mahadahsyat. Keseimbangan alam dan habitatnya pun akan serta-merta terjaga. 

Makanan organik memang kurang mendapat perhatian yang layak di negeri sendiri yang katanya negeri yang memiliki kekayaan alam tak terbatas. Masyarakat Indonesia agaknya masih terbuai dengan nikmatnya makanan-makanan cepat saji dari luar yang justru menimbulkan masalahkesehatan yang kronis.

 
 
Ennantha Sri Haryani Kabid Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pusat Kementan RI menjadi narasumber Pelatihan mutu dan keamanan pangan DKP Riau Senin (17-20/4/17). Bertempat di New Hollywood Hotel Pekanbaru.

Para petani dengan menggunakan pestisida terbukti efektif  meningkatkan produksi pertanian, bukan berarti penggunaannya tidak menimbulkan dampak buruk, baik dari sudut pandang kesehatan maupun ekonomi.

Penggunaan pestisida dalam budidaya pertanian memang dilematis, karena di satu sisi penggunaannya bermanfaat untuk meningkatkan hasil tanam, namun di sisi yang lain dapat berbahaya bagi kesehatan manusia jika penggunaannya berlebihan. 

Selain itu, penggunaan pestisida secara berlebihan juga mengurangi daya jual produk pertanian karena kandungan residu pestisida menjadi salah satu pertimbangan diterima atau ditolaknya produk pertanian oleh negara importir. 

Negara maju umumnya tidak mentolerir adanya residu pestisida pada bahan makanan yang masuk ke negaranya. Belakangan ini produk pertanian Indonesia sering ditolak di luar negeri karena residu pestisida yang melampaui ambang batas.

Betapa pentingnya menggunakan pupuk yang sesuai anjuran, agar masyarakat terhindar dari bahaya cemaran kimia maupun mikroba yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia. Karena yang sering menjadi momok bagi petani sekaran ujarnya, petani cenderung mengikuti selera konsumen yang menginginkan kualitas pangan bagus secara tampilan, sehingga petani berani menggunakan bahan kimia yang kadang tidak sesuai anjuran.

Padahal dengan kondisi sayuran tidak berlubang dan berwarna hijau menawan, atau buah dengan ukuran mencolok dan mengkilap bukanlah jaminan bahan pangan tersebut sehat dan tidak membahayakan.

”Untuk itulah pentingnya pelatihan tersebut dilakukan agar bisa pula menjadi acuan bagi para pejabat dinas pertanian yang selanjutnya akan disampaikan kepada petani dalam melaksanakan budidaya pangan segar, dengan memperhatikan mutu serta keamanan, bukan semata keuntungan, para petani di minta untuk mengurangi penggunaan pestisida berlebihan diwaktu panen, sehingga hasil pertanian bisa terhindar dari pestisida, bahan kimia lainnya,” pungkasnya. 

Pemaparan Materi oleh Narasumber Kepala Bidang Keamanan Pangan Segar DKP Kementrian Pertanian RI, Ennantha Sri Haryani , tentang Kebijakan Pengembangan Pangan Segar Hasil Pertanian Berkualitas; Kebijakan Mutu Dan Standardisasi  Produk Pertanian; dan materi tentang Penerapan Dan Penilaian Dalam Sistem Sertifikasi Keamanan Pangan/Prima. 

Dalam pemaparannya Ennantha Sri Haryani pentingnya pembentukan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D).Menurutnya dia,  OKKP-D dalam melakukan kegiatan audit internal sesuai standar acuan dalam penerapan sistem manajemen mutu yang mengacu kepada SNI ISO/IEC 17065:2012. 

Salah satu klausul yang wajib diterapkan adalah pelaksanaan audit internal, karena audit internal ini penting bagi perbaikan dan kesinambungan OKPP-D. Dengan audit internal masing-masing bagian/unit melakukan penilaian terhadap unit lain sehingga dapat dilihat penerapan sistem manajemen mutu di setiap bagian yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. 

Saat ini tuntutan konsumen terhadap produk pangan khususnya produk-produk hasil pertanian untuk mampu memberikan jaminan atas keamanan produk yang dihasilkan baik dari cemaran zat-zat kimia berbahaya maupun cemaran biologis.

 
 
Peseta Pelatihan mutu dan keamanan pangan DKP Riau bertempat di New Hollywood Hotel Pekanbaru, Senin (17-20/4/17).

Sesuai dengan UU. Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, sebagai wujud perlindungan konsumen perlu adanya sertifikasi sebagai bentuk jaminan atas keamanan pangan. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat terhadap produk hasil pertanian yang juga merupakan jaminan bahwa suatu produk memenuhi persyaratan standar atau spesifikasi aman dikonsumsi dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sehingga persyaratan sertifikasi merupakan salah satu  bentuk Technical Barrier to Trade guna membendung masuknya produk-produk hasil pertanian dari luar.

Standar dan sistem standar mutu merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pembinaan mutu hasil pertanian sejak proses produksi bahan baku hingga produk ditangan konsumen. Penerapan sistem standarsasi secara optimal sebagai alat pembinaan mutu hasil pertanian bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi maupun produktivitas di bidang pertanian yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan mendorong kelancaran pemasaran komoditi pangan serta mendorong berkembangnya investasi di sektor pertanian

Sebagai salah satu wujud dari langkah antisipasi tersebut, dibentuk instansi pelaksana otoritas kompeten mulai dari Pusat yang disebut dengan OKKPP (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat), OKKPD (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah) Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tugas dari Otoritas kompeten tersebut adalah melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha produk pertanian serta memberikan setifikat pada produk pertanian pangan segar sesuai dengan persyaratan sistem jaminan mutu pangan hasil pertanian.

Untuk melaksanakan amanat tersebut pentingya di bentuknya Kelembagaan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Provinsi Riau. Adapun tujuan dibentuknya OKKPD antara lain : 

- Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas OKKPD Provinsi Kalimantan Barat dalam penanganan kemanan pangan segar. 
- Meningkatkan koordinasi dalam pengawasan keamanan pangan segar bagi masyarkat di Riau. 
- Meningkatkan pengawasan keamanan pangan segar di Provinsi Riau. 
- Meningkatkan jumlah produk pangan segar yang tersertifikasi Prima 3. 
- Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat konsumen tentang bahaya mengkonsumsi pangan segar yang tidak aman dan   tersedianya pangan segar yang aman atau tersertifikasi di Provinsi Riau.
 
Sedangkan sasaran dibentuknya OKKPD yaitu sebagai berikut, Pemantauan dan pengawasan keamanan pangan segar dilaksanakan pada produsen, distributor, pedagang, importir pangan segar, dengan melibatkan Badan/Dinas/Kantor yang menangani penanganan keamanan pangan segar, Terlaksananya kegiatan penanganan keamanan pangan segar di 12 Kabupaten/Kota di Riau. 

Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Riau dalam upaya Penguatan kelembagaan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) agar dapat berjalan secara optimal dengan menindak lanjuti hasil verifikasi sesuai dengan Pedoman BSN 401 Tahun 2000 tentang persyaratan lembaga sertifikasi produk. 

Meningkatkan dan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai dalam rangka penguatan OKKPD.  Fasilitasi atau rujukan akses terhadap laboratorium untuk pengujian keamanan pangan produk segar. Meningkatkan kepedulian dan kesadaran konsumen akan produk pertanian bermutu dan pangan yang dikonsumsi aman dan melakukan pemantauan dan pengawasan keamanan pangan segar di 14 Kabupaten/Kota se Riau. ** warno/Advertorial.