Home | Internasional | Nasional
     
Kamis, 27 Juli 2017 12:07:41
OKKP-D Berperan Penting Dalam Pengawasan Keamanan Pangan Segar
 
Kepala Seksi (Kasi) Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Riau, Yenny M Mahyuddin SP saat memberikan materi Pelatihan

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Penggunaan produk pertanian secara hayati mampu memberikan kontribusi terhadap penyelamatan lingkungan. Tingginya penggunaan pestisida petani saat ini, membuat pemerintah berpacu untuk menyadarkan petani meninggalkan pestisida dan beralih menggunakan produk organik, sehingga kerusakan lahan pertanian dapat di tekan sekecil mungkin.

Demikian dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Riau, Yenny M. Mahyuddin SP di kantornya, saat menjadi pemateri  pada Pelatihan Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan Segar, Rabu (26/07/2017) yang ditaja Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hulu di Hotel Gelora Bakti Pasir Pangarayan. Pada kegiatan  yang dilaksanakan  25 s/d 26 tahun 2017 mengambil motto "Meningkatkan Mutu dan Keamanan Pangan Produk Pertanian yang Bebas dari Residu Pestisida" menghadirkan peserta dari para pelaku  usaha hortikultura di Kabupaten Rokan Hulu. Pelatihan itu juga menghadirkan beberapa narasumber yang profesional di bidang pertanian.

Yenny menjelaskan, penggunaan produk organik bagi pertanian dapat mendongkrak pendapatan petani. "Selain aman, pupuk organik juga membuat tanaman subur dan menghasilkan panen yang berlimpah, sehingga pendapatan petani pun meningkat dan lahan pertanian terjaga," katanya.

Dalam pelatihan tersebut beliau menjelaskan tentang Peranan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D)  Riau Dalam Rangka Pengawasan Keamanan Pangan Segar di Provinsi Riau.

Menurut Yenni, pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap masalah keamanan pangan terutama produsen skala rumah tangga masih minim. Salah satu residu yang paling mungkin menempel pada sayuran ada pestisida. Bahan kimia ini digunakan petani untuk mencegah hama saat sayuran ditanam yang saat ini petani lakukan. 

 
 
Sayuran Segar Tanpa Pestisida

Berbeda dengan tanaman biasa yang banyak menggunakan bahan produk organik selain sayuran, meliputi buah, dan segala macam jenis daging yang semuanya diproduksi tanpa terkontaminasi zat kimia apa pun, beber Yenni.

Selain itu, dampak bagi ekosistem pun sangatlah baik. Tanah menjadi subur, mikroorganisme di dalam tanah berkembang secara alami yang dapat menyumbangkan mineral dan kandungan vitamin yang mahadahsyat. Keseimbangan alam dan habitatnya pun akan serta-merta terjaga. 

Makanan organik memang kurang mendapat perhatian yang layak di negeri sendiri yang katanya negeri yang memiliki kekayaan alam tak terbatas. Masyarakat Indonesia agaknya masih terbuai dengan nikmatnya makanan-makanan cepat saji dari luar yang justru menimbulkan masalah kesehatan kronis.

Dijelaskan juga OKKP-D dalam melakukan kegiatan audit internal sesuai standar acuan dalam penerapan sistem manajemen mutu yang mengacu kepada SNI ISO/IEC 17065:2012. 

Salah satu klausul yang wajib diterapkan adalah pelaksanaan audit internal, karena audit internal ini penting bagi perbaikan dan kesinambungan OKPP-D. Dengan audit internal masing-masing bagian/unit melakukan penilaian terhadap unit lain sehingga dapat dilihat penerapan sistem manajemen mutu di setiap bagian yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. 

"Saat ini tuntutan konsumen terhadap produk pangan khususnya produk-produk hasil pertanian untuk mampu memberikan jaminan atas keamanan produk yang dihasilkan baik dari cemaran zat-zat kimia berbahaya maupun cemaran biologis," ungkapnya.

 
 
Buah-buahan Segar tanpa Pestisida

Dikatakannya, pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

Sesuai dengan UU. Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, sebagai wujud perlindungan konsumen perlu adanya sertifikasi sebagai bentuk jaminan atas keamanan pangan. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat terhadap produk hasil pertanian yang juga merupakan jaminan bahwa suatu produk memenuhi persyaratan standar atau spesifikasi aman dikonsumsi dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sehingga persyaratan sertifikasi merupakan salah satu bentuk Technical Barrier to Trade guna membendung masuknya produk-produk hasil pertanian dari luar.

Standar dan sistem standar mutu merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pembinaan mutu hasil pertanian sejak proses produksi bahan baku hingga produk ditangan konsumen. Penerapan sistem standarsasi secara optimal sebagai alat pembinaan mutu hasil pertanian bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi maupun produktivitas di bidang pertanian yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan mendorong kelancaran pemasaran komoditi pangan serta mendorong berkembangnya investasi di sektor pertanian.

 
 
Hasil Pertanian tanpa pestisida

Untuk melaksanakan amanat tersebut pentingya di bentuknya Kelembagaan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) daerah/ Kabupaten Adapun tujuan dibentuknya OKKPD antara lain : 

Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas OKKPD Pdi kabupaten dalam penanganan kemanan pangan segar.  Meningkatkan koordinasi dalam pengawasan keamanan pangan segar bagi masyarkat di Riau. Meningkatkan pengawasan keamanan pangan segar di Provinsi Riau. Meningkatkan jumlah produk pangan segar yang tersertifikasi Prima 3. Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat konsumen tentang bahaya mengkonsumsi pangan segar yang tidak aman dan   tersedianya pangan segar yang aman atau tersertifikasi di Provinsi Riau.

Pemantauan dan pengawasan keamanan pangan segar dilaksanakan pada produsen, distributor, pedagang, importir pangan segar, dengan melibatkan Badan/Dinas/Kantor yang menangani penanganan keamanan pangan segar.  

Pelatihan Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan Segar bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi instansi terkait

pembinaan dan pengawasan kepada produsen untuk menghasilkan produk segar asal pertanian yang di sertifikasi/diregistrasi pendaftaran

meningkatkan kemampuan aparat dan pemantapan kelembagaan OKKPD di Daerah, meningkatkan kesadaran masyarakat baik konsumen maupun pelaku usaha (produsen/pedagang) tentang pentingnya keamanan pangan segar. **Adv/Dkp