Karena Aku Atau Pencak Silat?
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 06 Desember 2016 07:12:21
Karena Aku Atau Pencak Silat?
KETERANGAN GAMBAR :
foto Ilustrasi

Qory Aninditya Putri, nama yang cantik bukan untuk remaja berumur 13 tahun? Yap! Sesuai namanya, ia memang remaja cantik dan periang. Mungkin ia adalah remaja yang sangat beruntung karena dilahirkan dari keluarga berada. Seperti layaknya orang kebanyakan, namanya anak sematawayang pasti akan dimanja, begitu juga dengan Qory. Karena terlalu dimanja, ia pun menjadi anak yang konsumtif dan sombong. Ia harus berbelanja barang barang branded, pergi kemana mana harus naik mobil pribadi, dan enggan bergaul dengan teman yang menurutnya tidak selevel dengannya.

Mentari pagi turut menghampiri hari Qory, seperti biasa ia sedang sarapan dan bersiap untuk berangkat sekolah. Sebenarnya, Qory ingin sekali diantar oleh papa dan mamanya, namun ia tahu pasti nmereka selalu beralasan sibuk kerja. Dan ia pun terbiasa berangkat sekolah diantar oleh supir pribadinya. “berangkat sekarang, pak!” kata Qory kepada pak Jo supirnya. “baik, non.” Kata pak jo. Qory pun berangkat sekolah dengan mobil pribadinya yang bisa dibilang mobil mewah. Tak kurang dari setengah jam, mobil Qory sudah berada di depan gerbang sekolah smp citra nusa. Teman temannya pun melihat dengan terkagum kagum. “ingin, ya punya mobil kaya gini?” kata Qory kepada teman yang sedang memperhatikan mobilnya. Dengan perasaan malu bercampur kesal, temannya itu meninggalkan Qory.

Qory melangkah di sepanjang koridor, dan teman temannya pun terkagum kagum bagaikan melihat bidadari lewat. “susah ya, jadi orang cantik, banyak yang nge fans” kata Qory dengan nada sombong. “pede banget sih, jangan karena kamu cantik kamu jadi bisa seenaknya merendahkan kami!” kata Irma. “eh, memang benar aku ini cantik, kenapa sewot?” tanya Qory menyindir. “kamu jangan macam macam ya sama Irma bisa habis kamu kalau kenapa jurus jurus silat nya!” seru rena sahabat Irma. “udah anak kaya gini gak usah didengerin” ujar Irma kepada Rena. Mereka pun meninggalkan Qory. “Emang enak gak punya sahabat?” ujar rena dari kejauhan.

Qory pun enggan memikirkan hal itu dan pergi ke kelasnya. Bel pun masuk. Jam pertama adalah pelajaran pak Wiyoko guru bahasa inggris. Rupanya hari ini dia ingin menyampaikan hasil ulangan harian kemarin. “hasil ulangan kalian cukup memuaskan namun, ada salah satu di antara kalian yang mendapat nilai nyaris sempurna, dia adalah Irma dengan nilai 95.” Ujar pak wiyoko dengan bangga. Teman teman sekelas pun bertepuk tangan dan turut senang atas hal itu. Sepertinya tidak semanya senang terihat Qory yang murung mendengar hal itu. “ada apa Qory kamu terlihat sedih? Nilai kamu juga memuaskan kok,... click di sini untuk membaca selengkapnya: Karena Aku Atau Pencak Silat?

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 26 Maret 2018 10:03:43
Persoalan Klasik Daftar Pemilih
 Minggu, 17 Desember 2017 12:12:17
PERS Bebas Bukan "Liar" Tanpa Aturan
 Selasa, 10 Oktober 2017 08:10:15
Konstelasi Politik Jelang Pilgub Riau 2018
 Senin, 02 Oktober 2017 10:10:31
Nasib 300 Desa Pasca Perda RTRWP Riau di Ketok Palu
 Senin, 02 Oktober 2017 10:10:20
Nasib 300 Desa Pasca Perda RTRWP Riau di Ketok Palu
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca