Hikmah Idul Adha Sebagai Tauladan Dalam Pelaksanaan Kehidupan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 01 September 2017 11:09:24
Hikmah Idul Adha Sebagai Tauladan Dalam Pelaksanaan Kehidupan
 
Prof Dr Sujianto MSi memberikan sambutan dalam pelaksanaan shalat idul adha di lingkungan Universitas Riau (UR) / Foto Humas UR

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Pada hari ini kita disatukan oleh kalimat Allahu Akbar. Karena itulah pada hari ini kita hadir bersama untuk melaksanakan shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1438 Hijriah, Jumat, 1 September 2017 ini. Rangkaian momentum ini semata-mata adalah untuk membesarkan nama Allah. Mudah-mudahan dengan hikmah dari Idul Adha yang telah diberikan Allah melalui kisah nabi Ibrahim dan Islamil, dapat menjadi hikmah bagi kita untuk tetap tabah menghadapi semua cobaan maupun ujian yang kita dapati.” Demikian yang disampaikan Prof Dr Sujianto MSi, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Riau (UR) dalam sambutannya pada penyelenggaraan shalat Idul Adha di Komplek Kampus Bina Widya UR, Jumat (1/9/2017).

Pada penyelenggaraan shalat Ied di Kampus Bina Widya UR ini, Sujianto juga mengajak kepada jamaah shalat Ied untuk dapat selalu mengingat amanah yang dititipkan Allah pada tiap masing-masing individu. “Kembali saya mengajak kepada kita semua agar selalu mengingat akan perlunya ikhlas dalam mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, maupun materi dalam jalan Allah. Mengapa? Karena semua itu merupakan amanah atau titipan dari Allah dan nantinya akan kita pertanggungjawabkan.”

“Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan selamat hari raya Idul Adha. Semoga ibadah yang telah kita laksanakan pada hari ini dapat diijabah oleh Allah SWT. Begitu pula saat kita dalam melaksanakan tugas pendidikan, pengabdian, dan penelitian yang merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah SWT,” jelas Sujianto.

Pada Pelaksanaan shalat Idul Adha di Kampus Bina Widya UR ini, yang bertindak sebagai khatib adalah Ustadz Dr H Rojja Pebrian LC MA, dari Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Riau. Khatib menyampaikan tauladan yang dapat diambil dari hikmah kisah nabi Ibrahim dan Ismail.

 
 
Panitia pelaksana shalat idul adha di lingkungan UR/ Foto Humas UR

“Kita tidak boleh mengagungkan apapun didunia ini kecuali hanya mengangungkan Allah SWT. Apalagi kita memuja-muja sesuatu yang besar maupun kecil. Terlebih lagi mengkultus sesama manusi. Jika kita berlaku demikian, maka pasti kita tidak akan mendapat pancaran dari maha agung Allah SWT. Hanya Allah-lah  yang wajib kita sembah dan kita agungkan. Mengangungkan Allah adalah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Siapa saja yang menbesarkan siar Allah, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya,” jelas Rojja.

“Selanjutnya kita tidak boleh besar kepala apalagi sombong. Jika menyombongkan diri dihadapan manusia, maka perbuatan itu merupakan wujud dari ingkar atau tidak mau melaksanakan apa yang diperintah Allah. Perbanyaklah takbir, karena takbir adalah bentuk dari pengakuan kita kepada Allah dalam hati kita. Apabila kita ikrarkan dengan lisan, diyakini dalam hati, serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, maka Allah akan memberikan pancaran rahmatnya kepada kita,” terang Khatib.

“Jika kita melihat riwayat kisah nabi Ibrahim dan Islamil, adalah merupakan wujud dari bentuk mengagungkan Allah. Dimana suatu ketika nabi Ibrahim bahkan harus ikhlas dan tabah meninggal anak istrinya ditempat yang tidak layak ditempatkan manusia. Apalagi disaat mereka diperintahkan untuk mengorbankan anaknya sebagai bukti patuh akan perintah Allah. Namun mereka percaya dan yakin bahwa Allah tidak akan menyianyiakan mereka,” jelas Rojja di hadapan jamaah shalat Idul Adha di lingkungan UR.

Begitu pula contoh-contoh bukti manusia taat akan perintah Allah. “Apakah ketika kumandang azan akan langsung kita tergerak untuk shalat berjamaah di mesjid? Apakah panggilan allah atau panggilan pekerjaan yang akan kita dahulukan? Apakah kita masih akan melanjutkan aktifitas kita atau langsung menuju panggilan Allah, apalagi panggilan Allah lainnya seperti sadaqah, sosial, orang tua, dan sebagainya? Oleh sebab itulah, sebagai hamba Allah kita musti mengikuti semua perintah dan larangan Allah,” jelas Rojja.**Rls

 
 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 22 November 2017 10:11:36
Gubri Aprisiasi Keikutsertaan Mahasiswa UPP dalam Peresmian Bisnis Salak
 Kamis, 16 November 2017 05:11:26
Tingkatkan Daya Saing, Menristekdikti Dukung Perguruan Tinggi Kembangkan Inovasi
 Rabu, 15 November 2017 01:11:19
Audit BPK RI Berikan Solusi pada Tata Kelola Keuangan di UR
 Rabu, 15 November 2017 01:11:06
Realisasi Kerjasama UR-BTN Dukung Program “Redesign” Fasilitas Kampus UR
 Selasa, 14 November 2017 11:11:50
Idris Taher dan Rionaldi Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Gubernur dan wakil Gubernur BEM Fekon UPP
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca