Pariwisata Berbasis Budaya Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 12 Desember 2017 02:12:35
Pariwisata Berbasis Budaya Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau
KETERANGAN GAMBAR :
Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Riau bertajuk Memperkuat Momentum Selasa (12/12/17)

PEKANBARU - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Riau bertajuk 'Memperkuat Momentum' Selasa (12/12/17) memgatakan bahwa pada 2015 lalu, pertumbuhan ekonomi Riau kurang bagus. 

Pada waktu itu bahkan ada 4 kabupaten kota di Riau yang pertumbuhannya minus.Hal itu menurutnya lebih disebabkan karena terjadi penurunan harga komoditas unggulan di sektor perkebunan. Seperti karet, sawit, sagu dan lainnya. 

Termasuk harha migas.Untuk itu, tambahnya, pemprov Riau mencari sumbet ekonomi baru yaitu pariwisata berbasis budaya. Seluruh dinast terkait diminta menggarap seluruh view destinasi wisata yang ada di Riau.

"Alhamdulillah, kerjasama antar berbagai dinas sudah mampu membawa perekonomian Riau meningkat tajam. Saat ini, di beberapa destinasi wisata sudah lancar akses dan sarana transportasi di Riau seperti candi muara takus maupun bono," terang Andi Rahman.

Selain mengembangkan pariwisata berbasis budaya, pemprov juga mengembangkan pertanian n holtikultura dan UMKM Riau. Dukungan UMKM tersebut terutama di sektor kuliner membawa pariwisata cukup berkembang.

Bank Indonesia kembali menggelar pertemuan tahunan yang diikuti dari berbagai pihak. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Siti Astiyah mengatakan bahwa tahun 2017 merupakan tahun pemulihan ekonomi internasional.

Kondisi tersebut menurutnya ditandai membaiknya berbagai harga komoditas di dunia internasional. Sehingga prediksi pertumbuhan ekonomi nasional di 2017 sebesar 5,06 persen.

"Menguatnya perekonomian global disikapi oleh kebijakan moneter di seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Perbaikan ekonomi eksternal sangat mempengaruhi perekonomian domestik Indonesia," terangnya.

Ditengah pemulihan pertumbuhan perekononian domestik masih memiliki tantangan. Di sektor keuangan BI, OJK DAN Pemerintah membangun kebijakan dalam rangka stabilitas keuangan.(Adv/mcr/Humasprov)

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 11 Oktober 2018 12:10:19
Plt Gubernur Riau Terima Sertifikat WBTB dari Mendikbud
 Minggu, 30 September 2018 01:09:29
Cintai Budaya Melayu Melalui Lagu
 Minggu, 23 September 2018 02:09:32
PWNU Kunjungi LAM Riau
 Selasa, 18 September 2018 07:09:09
Bupati Hadiri Pegelaran Semarak Seni Budaya Muharram
 Senin, 17 September 2018 09:09:25
Kontroversi The Power of Emak-emak
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca