Tekan Kasus DBD, Diskes Galakkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 06 Januari 2018 11:01:31
Tekan Kasus DBD, Diskes Galakkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik
KETERANGAN GAMBAR :
ujar Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Surya Delfiria SKM

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Saat ini, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Jika dibandingkan dengan tahun 2016 misalnya, jumlah kasus DBD tahun 2017 berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, mengalami penurunan hingga 275 kasus.
    
"Pada tahun 2016 lalu jumlah kasus DBD secara kumulatif mencapai 873 kasus dengan jumlah korban meninggal 10 orang. Sementara, tahun 2017, jumlah kasus DBD mencapai 598 kasus dan 3 korban meninggal," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Surya Delfiria SKM .kemarin.
     
Delfi menambahkan,  dalam kurun waktu empat tahun berdasarkan data yang dihimpun Diskes Kota Pekanbaru, kasus DBD paling banyak dan jumlah korban yang meninggal tertinggi berada di tahun 2016. 
     
"Tahun 2014 contohnya, jumlah kasus 272 orang dan 5 meninggal. Sementara tahun 2015, terdapat 516 kasus meninggal 5 orang dan tahun 2016 terdapat 873 kasus 10 orang meninggal," sebut Delfi.
     
Untuk itu, agar jumlah kasus DBD di Pekanbaru tidak kembali meningkat, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Pekanbaru untuk terus menggalakkan program gerakan 1 rumah 1 jumantik (juru pemantau jentik) di setiap rumah tangga.
   
"Kami ingatkan melakukan fogging bukan solusi mencegah kasus DBD. Namun yang harus dilakukan dan digalakkan masyarakat yakni melakukan pemberantasan sarang nyamuk di setiap rumah tangga. Kalau ini sudah dijalankan, maka Insya Allah penyakit DBD dapat dicegah sedini mungkin," harap Delfi.
   
Dijelaskan Delfi,  saat ini kader jumantik sudah ada sebanyak 25 orang di setiap kelurahan. "Untuk 25 orang ini masih data yang lama, karena datanya bisa berubah. Dan Insyallah kedepan kita akan tambah,  sehingga sosialisasi 1 rumah 1 jumantik ini bisa berjalan dengan baik," ujar Delfi. 
    
Diterangkan Delfi kasus DBD ini bisa ditekan jika masyarakat ikut andil dengan cara berprilaku hidup sehat." Untuk itu masyarakat diimbau untuk melakukan 3 M plus.Hal ini,  agar bisa memutus mata rantai penyebaran DBD, " ujar Delfi . **ur2

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 13 August 2018 05:08:32
Mafirion Anggota DPR RI Hadiri Sosialisasi Program JKN-KIS Didesa Sialang Indah
 Senin, 13 August 2018 01:08:33
RS Surya Insani Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis
 Minggu, 05 August 2018 10:08:44
Kemenkes Tunda Imunisasi Rubella
 Jumat, 03 August 2018 06:08:37
Inilah Alasan Pemkab Rokan Hulu Menunda Vaksin MR
 Jumat, 03 August 2018 06:08:05
Ini Alasan Wako Pekanbaru Tidak Menunda Program Vaksin MR
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca