Antrian Masih Jadi Problem di Tempat Pelayanan Kesehatan Jakarta
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 08 Januari 2018 02:01:54
Antrian Masih Jadi Problem di Tempat Pelayanan Kesehatan Jakarta
KETERANGAN GAMBAR :
Ilustrasi Antrian BPJS

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Hari itu, belum genap pukul 06.00 pagi namun ratusan orang sudah bersiap untuk mengantri di depan pintu Rumah Sakit (RS) untuk mengambil nomor antrian di salah satu Rumah Sakit di Jakarta.

"Kalau tidak begini, nanti kita dapat antrian yang akhir," kata Wawan seorang pemuda yang ikut dalam barisan panjang antrian tersebut, Senin (08/01/18).

Wawan salah satu dari ratusan orang yang rela datang sepagi mungkin demi mendapat antrian. Kepada media, Wawan bercerita dirinya menemani ayahnya yang didiagnosis mengalami kanker paru. Ketika ia mengantri, ayahnya beristirahat di taman rumah sakit.

"Untuk dapat nomor antrian kita harus nunggu, datangnya sesubuh mungkin itu juga biasanya kebagian dapat nomor 300-an ke atas. Cape juga sih, apalagi setelah itu kita juga mesti antri lagi untuk dipanggil di bagian pendaftaran," ungkap Wawan.

Menurut Wawan, bahkan banyak pula yang rela dari dini hari untuk mendapat nomor antrian awal. Kondisi ini kebanyakan adalah pasien yang menggunakan fasilitas kesehatan BPJS.

"Maklum saja, saya maupun yang lain yang ngantri di sini kan menggunakan fasilitas BPJS jadi begini, kami juga sudah terbiasa mengantri. Biasanya kami ambil surat rujukan dulu dari Puskesmas Kelurahan kemudian ke RS dengan harus sepagi mungkin untuk dapat antrian awal," tutur Wawan.

Wawan sebagai salah satu masyarakat berharap agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dengan praktis. Sehingga warga dari kalangan menengah ke bawah tidak perlu pergi untuk konsultasi guna mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas Kelurahan dan mengantri panjang di RS. 

Terlebih di era teknologi seperti sekarang pemerintah harus mampu membuat inovasi yang dapat mengatasi masalah pelayanan kesehatan secara terintegrasi dengan efektif.**Rls

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 17 Oktober 2018 08:10:03
Hindari Terulang Peluru Nyasar, Lapangan Tembak Diusulkan Dipindah
 Selasa, 16 Oktober 2018 09:10:28
Penembakan Gedung DPR Bukan Unsur Kesengajaan, Peluru dari Latihan Menembak Anggota Perbakin
 Senin, 15 Oktober 2018 08:10:14
Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup Hari Ini, 1,2 Juta Orang Diperkirakan Bakal Berebut Unggah Dokumen
 Rabu, 03 Oktober 2018 09:10:13
Pendaftaran CPNS Diperpanjang Hingga 15 Oktober 2018
 Minggu, 30 September 2018 01:09:40
Pesawat Papua Nugini Jatuh di Laguna Mikronesia
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca