HM.HARRIS: Jaga Silaturahmi Bersama Membangun Riau
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 08 Januari 2018 10:01:15
HM.HARRIS: Jaga Silaturahmi Bersama Membangun Riau
KETERANGAN GAMBAR :
HM.HARRIS: Jaga Silaturahmi Bersama Membangun Riau

PANGKALAN KERINCI,UTUSANRIAU.CO - Bupati Pelalawan HM Harris menyampaikan nasehat dan saran  kepada sahabat , rekan rekan pendukungnya menjaga politik santun. Tidak boleh melakukan tindakan politik melukai hati para calon. Karena para calon yang niat maju adalah para sahabat terbaiknya dan silaturahmi harus tetap terjaga. Demikian disampaikan HM Harris dari Jakarta. "Tetap semangat dan optimis untuk mewujudkan Impian Harmoni Riau Sejahtera . Insya Allah , Niat kita tetap maju dan masih menunggu keputusan Partai pendukung," ujarnya Senin (08/01/2018).

Dikatakannya. Sangat penting jaga kondusif dan silaturahmi ." Sejak awal saya menyatakan untuk maju sebagai Gubernur Riau,  Saya sudah beritahu dan sampaikan kepada rekan-rekan, semua sahabat yang mendukung dan membantu saya. Supaya tidak melakukan tindakan politik yang melukai hati calon lain.  

Kepada calon lain, mereka semua sahabat terbaik saya, Senantiasa bertegur sapa, kadang  bertemu ngopi bareng  mempererat silaturahim. Bahkan sering pula berkomunikasi melalui telepon. Saya dengar kabar, Pak Syamsuar dan Pak Edy Natar Nasution sudah menggelar deklarasi dan telah mendaftar di KPU. 

Pak Firdaus dan Pak Rusli Effendi sudah resmi berpasangan. Kepada sahabat-sahabat saya, saya ucapkan selamat berjuang. Kepada para pendukung, saya berharap senantiasa hormat-menghormati, harga-menghargai sebab, semangat kita satu Bersama Membangun Riau, "tegas politisi senior Golkar mantan Ketua ADKASI itu.

Sementara itu perkembangan situasi politik Pilkada Riau hingga Senin (08/01). Baru dua pasangan calon yang memastikan diri berlayar. Syamsuar-Edy Nasution dan Firdaus-Rusli Effendi. Andi Rachman sebagai petahana belum jadi mendaftar . 

Jadwal awal pendaftaran yang disampaikan Senin 8 Januari tertunda. Dan Jadwal untuk Selasa (09/02) juga terdengar kabar ditunda karena je Inhil Tembilahan . Menghadiri pendaftaran Wardan sebagai calon Bupati Inhil. Artinya  belum bisa memastikan diri ikut "berlayar" mendaftar ke KPU Riau.

Berkembang informasi walaupun sudah didukung PDIP namun, pasangan Andi Rachman-Suyatno belum memenuhi 20 % kursi  partai pengusung di DPRD. PDIP cuma 9 kursi, Hanura 2 kursi masih kurang 2 kursi lagi untuk memenuhi 13 kursi atau 20 % kursi anggota DPRD Riau. 

Padahal kubu  Arsyadjuliandi Rahman "Andi" sangat percaya diri akan diusung oleh Partai Golkar.  Tim Andi sebagai petahana,  saat ini Gubernur Riau sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Riau.   Menilai sangat wajar dong Andi  dan sangat percaya diri. Sehingga timnya pun mempersiapkan rangkaian acara deklarasi yang dirancang meriah. 
Dimulai tanggal 6 Januari dengan acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Partai Golkar, menghadirkan pengurus Golkar hingga tingkat kecamatan. Peserta akan diinapkan untuk selanjutnya mengikuti Deklarasi pasangan Andi Rachman-Suyatno pada tanggal 7 dan pendaftaran ke KPU pada tanggal 8. Ditunda lagi pendaftaran ke KPU sehingga membuat berbagai pertanyaan ada apa petahana.

Tidak diduga, rangkaian acara yang sudah dipersiapkan dengan matang ternyata dibatalkan pada tanggal 5, tepat saat Partai Golkar mengumumkan nama-nama Yang diusung pada Pilkada serentak tahun ini.   Padahal kamar hotel, catering dan lain-lain kabarnya sudah dipesan. Peserta juga sudah mulai berdatangan ke Pekanbaru. 

Menurut info sebenarnya. Bahwa Ternyata Partai Golkar menunda pengumuman untuk pasangan calon yang akan diusung di Pilgubri. Andi Rachman-Suyatno tidak dapat dukungan dari Golkar seperti yang mereka harapkan sejak awal. 

DPP Golkar  belum memutuskan dan mempertimbangkan satu pasangan lain yang juga kader Golkar, Harris-Yopi Arianto (HAYO).  Karena pasangan HAYO sangat dipertimbangkan DPP Golkar?  Sejak 6 bulan lalu, saat mulai bermunculan nama-nama yang akan bertarung di Pilgubri, DPP Golkar melakukan survei berkala. 

Dari semua survei, Harris selalu saja berada di atas Andi Rachman. Dalam skema nama calon berapa pun Harris tetap unggul. Dari data hasil survei terbaru LSI di bulan Desember 2017,  pertanyaan tertutup, masyarakat paling  banyak memilih Harris, jumlahnya sebesar 15,7 % sedangkan Andi hanya 10,2 % berada di urutan kelima dibawah LE (11,6 %), Syamsuar (10,7 %), dan Achmad (10,5 %). Incumben kok berada di urutan kelima? Wajar dong kalau DPP Golkar akhirnya mempertimbangkan dan jatuh hati pada Harris. 

Sedangkan hasil survei dengan skema 7 calon, yang memilih Harris melejit menjadi 17,3 %. Harris masih   bertengger di posisi paling atas, disusul LE (12,1 %), Achmad (11,6 %) dan Andi hanya 11,2 %. Data berikutnya lebih mengejutkan lagi, hasil survei skema dua calon,  Harris VS Andi. 

Ini menjadi pertimbangan serius kenapa Harris sangat layak diusung oleh Partai Golkar. Harris menang telak head to head dengan Andi. Persentase yang memilih Harris sebesar 27,6 % sedangkan Andi hanya 18,8 %. 

Data publik juga harus melihat peta kekuatan pemilih militan di Riau. Harris punya pemilih paling militan diantara semua calon dengan 11,4 %, disusul LE 8,6 %, Achmad 8,2 %, kemudian Andi hanya 7,0 %. Semakin kuatlah alasan mengapa Harris paling layak diusung Golkar menjadi Calon Gubernur Riau.

Menurut survey tingkat kesukaan pemilih. Harris disukai oleh 72,5 % pemilih,  jauh di atas Andi yang hanya disukai 58,4 % pemilih. Sedangkan yang tidak suka terhadap Andi sebesar 18,9 %. Yang tidak suka Harris cuma satu digit,  7,3 %. Selisih jauh. Harris calon yang paling disukai pemilih diantara semua calon. Artinya Harris paling diinginkan masyarakat untuk jadi Gubernur Riau selanjutnya.
 
Data tersebut berbanding lurus dengan kenyataan bahwa,  hanya 18,8 % yang menginginkan kembali  Incumben "Andi Rachman" jadi Gubernur Riau. Sedangkan yang tidak menginginkan kembali sangat banyak, sebesar 43,3 %. Pemilih yang menginginkan Gubernur baru jumlahnya juga sangat mengejutkan, sebesar 54,2 %, yang masih ingin Gubernur lama hanya 13,8 % sisanya tidak menjawab. Sekali lagi ini kenyataan, mengapa Andi Rachman-Suyatno tidak mendapatkan dukungan Golkar. 

Hasil Survei calon dengan pasangannya. Harris-Yopi menduduki posisi paling atas, sebesar 24,1 %. Andi Rachman-Suyatno hanya mampu berada di posisi ketiga dengan suara 14,3 %. Jauh sekali. Ini juga alasan kuat mengapa pasangan Harris-Yopi harus dipertimbangkan DPP Golkar untuk diusung menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. 
Kalau melihat fakta dan data hasil survei LSI terbaru tersebut, DPP Golkar sangat berat untuk mempertimbangkan mengusung pasangan Andi Rachman-Suyatno. Karena suara GOLKAR suara Rakyat.**EP

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 19 April 2018 08:04:01
DPT Pilgub Th 2018 Kab Bengkalis 356.530 Pemilih
 Selasa, 17 April 2018 08:04:15
6 PAC Lakukan Mosi Tak Percaya Terdapat Ketua DPC Hanura Kab Bengkalis, DPP Harus Ambil Alih
 Minggu, 15 April 2018 02:04:15
DPD Nasdem Rohul Usulkan Nama Wabup Rohul
 Sabtu, 14 April 2018 12:04:12
Cak Imin Optimistis Masyarakat Pilih Pemimpin Berdasarkan Figur
 Sabtu, 14 April 2018 12:04:40
Optimis Dorong Pertumbuhan Wirausaha di Jabar, Sudrajat-Syaikhu Bangun Coworking Space
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca