Diskes Bengkalis Ingatkan Warga Penyebaran DBD Di Musim Penghujan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 12 Januari 2018 09:01:25
Diskes Bengkalis Ingatkan Warga Penyebaran DBD Di Musim Penghujan
KETERANGAN GAMBAR :
Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Supardi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Alwizar

BENGKALIS , UTUSANRIAU.CO -Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) dengan menjalankan program 3 M, yaitu menguras, menimbun dan menutup wadah penampungan air.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Supardi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Alwizar, dalam rilis yang disampaikan kepada Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik, Jumat 12 Januari 2018.

Dikatakan Alwizar, cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak.Untuk itu, warga diminta untuk menutup rapat-rapat penampungan air bersih/air hujan, agar nyamuk aedes aegypti tidak dapat meletakkan telurnya sehingga tidak menjadi jentik dan berkembang menjadi nyamuk dewasa

Selain itu, kata Alwizar, pihak Dinas Kesehatan juga telah minta kepada seluruh kepala Puskesmas dan camat, kepala desa/lurah di Negeri Junjungan untuk lebih gencar mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar waspada terhadap DBD.  

“Tak kalah penting, masyarakat dihimbau untuk lebih aktif melakukan gotong royong, membersihkan lingkungan tempat tinggal secara teratur,” ungkapnya.

Sejauh ini, masih ada anggapan dari sebagian masyarakat, pencegahan DBD melalui upaya pengasapan (fogging). Menurut Alwizar, anggapan itu kurang tepat, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja dan merupakan upaya pengendalian jika ada kasus penderita penyakit saja agar tidak meluas dan berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB)

“Meski ada tindakan pengasapan atau juga bubuk abate, namun program 3 M jauh lebih efektif untuk mencegah timbulnya penyakit DBD,” ungkap Alwizar.

Selain masalah penyakit DBD, menurut Alwizar, pada musim hujan masyarakat juga menghadapi penyakit lainnya, seperti penyakit influenza, malaria, serangan asma, leptospirosis hingga diare. "Saat terjadi banjir, potensi penyakit diare, leptospirosis, hingga penyakit kulit meningkat," katanya.#DISKOMINFOTIK

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 19 Februari 2018 02:02:34
BEM Dan Ormawa Polbeng Adakan Baksos Ke Ibu Penderita Tumor di Wajah
 Rabu, 14 Februari 2018 10:02:49
Sekda Inhil Hadiri Pisah Sambut Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan
 Selasa, 13 Februari 2018 07:02:49
Yusri: Stok Darah di Kampar Mencukupi
 Senin, 05 Februari 2018 05:02:20
Puskesmas II Pangkalan Kerinci Terbakar, HM Harris Pastikan Pelayanan Kesehatan Jangan Terkendala
 Kamis, 01 Februari 2018 07:02:16
Jangan Terjadi Lagi,Pasien RSUD Bengkalis Hampir Sekarat
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca