Jangan Terjadi Lagi,Pasien RSUD Bengkalis Hampir Sekarat
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 01 Februari 2018 07:02:16
Jangan Terjadi Lagi,Pasien RSUD Bengkalis Hampir Sekarat
KETERANGAN GAMBAR :
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis/ foto int

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO – Ada salah satu pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis, ditemukan dalam keadaan memilukan. Karena dalam keadaan akan bersalin, tapi Dokter Spesialis Kandungan tidak ada ditempat.

Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (28/01/18) malam kemarin, ketika keluarga pasien mengantarkan ke RSUD, yang langsung ditangani oleh perawat di ruang IGD.

Saat itu, perawat di IGD tersebut mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena Dokter kandungan tidak ada ditempat. Padahal pasien sudah merasakan sakit tanda-tanda akan melahirkan.

Memang, awalnya pasien ini sudah melalui perawatan di rumah bidan, lantaran selama 2 hari tidak ada perkembangan, dan pasien tersebut sudah tidak bisa menahan rasa sakit, maka dengan terpaksa dibawa ke RSUD. Agar dapat perawatan lebih intensif.

Yang lebih ironis lagi, dalam menangani pasien yang dalam keadaan kritis tersebut, dokter kandungan tersebut hanya memberikan saran ke perawat dalam menangani pasien melalui telepon saja.

Sehingga saat itu, perawat menyarankan kepada pasien itu untuk dirangsang, agar pasien bisa segera melahirkan. Tapi, atas saran perawat tersebut, pasien menolak, lantaran ingin operasi sesar, yang langsung ditangani oleh dokter kandungan.

Atas penolakan pasien ini, perawat meminta kepada pasien untuk menunggu sampai besok pagi. Dan akhirnya dibawa ke ruangan bersalin lantai II, dengan ditangani seorang bidan.

Namun, masuk waktu dini hari, kondisi pasien yang akan melahirkan mulai memburuk. Yang mengakibatkan keluarga pasien kalang-kabut, dan langsung membangunkan perawat yang sedang tidur.

Dalam keadaan keluarga pasien panik, perawat yang saat itu dibangunkan, malah bukan segera menangani pasien yang kritis, namun malah menimbulkan kemarahan perawat, dengan kata-kata yang tidak sopan.

Sehingga kelurga pasien merasa tersinggung. Dan pada saat itu juga, kondisi pasien bertambah kritis. Badannya kejang-kejang, mulutnya mulai mengeluarkan busa dan darah. Sehingga menambah kepanikan keluarga pasien.

Dalam keadaan pasien sudah sampai ketitik akhir kritis itulah, dokter kandungan baru mau datang ke RSUD, untuk melakukan penanganan. Yang pada awalnya keluarga pasien merasa, pasien tersebut sudah menemui ajalnya.

“Kami kira sudah meninggal, tapi meski penanganan adik ipar saya menunggu dokter kandungan datang, namun alhamdulillah pasien dan bayinya masih bisa diselamatkan, “ungkap keluarga pasien warga Bengkalis, Agus Setiawan, Rabu (31/01/18).(yul)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 19 Februari 2018 02:02:34
BEM Dan Ormawa Polbeng Adakan Baksos Ke Ibu Penderita Tumor di Wajah
 Rabu, 14 Februari 2018 10:02:49
Sekda Inhil Hadiri Pisah Sambut Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan
 Selasa, 13 Februari 2018 07:02:49
Yusri: Stok Darah di Kampar Mencukupi
 Senin, 05 Februari 2018 05:02:20
Puskesmas II Pangkalan Kerinci Terbakar, HM Harris Pastikan Pelayanan Kesehatan Jangan Terkendala
 Jumat, 26 Januari 2018 05:01:02
Resmikan RSD Madani, Wako Firdaus:Pelayanan Digratiskan bagi Masyarakat
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca