Besok Perayaan Puncak Haul Syeikh Abdul Wahab Rokan Al-khoolidi Naqsabandi yang Ke 94
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 06 Februari 2018 03:02:57
Besok Perayaan Puncak Haul Syeikh Abdul Wahab Rokan Al-khoolidi Naqsabandi yang Ke 94
KETERANGAN GAMBAR :
Ket Gambar : dari kiri Ke kanan Alfa Syah putra, Riski Beradat, Ervan Saharuddin dan Abu bakar

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Puncak Haul Syeikh Abdul Wahab Rokan Al-khoolidi Naqsabandi yang Ke 94 di Besilam Langkat Sumatera Utara akan di gelar besok Rabu besok, 12 Rabi'ul Akhir 1439 h / 7 Februari 2018 yang akan  di Peringati oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai Daerah Tanah Air, bukan saja dari kalangan Jamaah Naqsabandi, namun banyak juga hadir para Pejabat Negara dan daerah.

Dalam Catatan Sejarah Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi lahir pada 28 September 1811 / 19 Rabiul Akhir 1230 H) di Danau Runda, Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan Rohul, Riau. 

Tokoh Suluk di Kabupaten Rohul ini wafat di Kampung Basilam Kabupaten Langkat, Sumut, pada 27 Desember 1926  / 21 Jumadil Awal 1345 H.

pada kesempatan Haul yang 94 ini beberapa kalangan naka muda dan mahasiswa asal Luhak Kepenuhan memeiliki harapan dan pemikiran tentang pembangunan Tempat kelahiran tuan Guru Syeikh Abdul Wahab Rokan Al-kholidi Naqsabandi yang tertunda.
    
Riski Beradat (ketua Himpunan Pemuda Mahasiswa Riau Jakarta atau  HIPEMARI jakarta) anak kemenakan suku melayu induk tanjung padang mudik Luhak Kepenuhan mengungkapkan bahwa dalam pantauan dan catatan kami bahwa rencana pembangunan tempat kelahiran tuan guru sudah di mulai sejak lama yakni tahun 2010 oleh kepala Desa Rantau Binuang Sakti yakni Bapak Aladin menghibahkan lahan tempat kelahiran Tuan Guru ke Pemkab Rohul melalui Badan Pariwisata Rohul seluas 6,2 ha.

Dan tahun 2011 adanya DED ( Desain Engenering Detail) pembangunan tempat kelahiran tuan guru yang di syahkan melalui APBD kab. Rohul tahun 2011. Dengan nilai DED sebesar Rp 6,2 M dalam 3 kegiatan yakni  pembangunan Madrasah suluk, rumah singgah dan visitor centre.

Selanjutnya pada tahun 2012  dengan  adanya anggaran melalui APBD kab. Rohul 2012 sebesar Rp 2 M. Namun kegiatan ini tidak  jadi dilaksanakan oleh karna akan dinaikkan anggaran 2013 sebesar Rp 3 M, namun hal ini juga belum jelas. Sehingga sampai sekarang belum satu rupiah pun dari APBD kab. Rohul untuk pembangunan tempat kelahiran tuan guru.

Seyogyanya pemkab rohul harus komit dengan pembangunan yang sudah rencanakan sejak 2011 dengan adanya DED tersebut. Apalagi lokasi kelahiran tuan guru ini telah di tetapkan sebagai destinasi wisata religi Kabupaten Rokan Hulu, beber Riski Beradat mahasiswa Universitas Trisakti ini, Selasa (6/02/18).

Hal Senada juga di ungkapakan Abu bakar (ketua HIMAROHU  Atau Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu Pekanbaru – Riau anak kemenakan suku pungkuih Luhak Kepenuhan, menurutnya Perjalanan panjang  masyarakat Luhak Kepenuhan dalam memperjuangkan tempat kelahiran tuan guru Syeikh Abdul Wahab Rokan, kami acungi jempol, karana terus berupaya terus menerus untuk mewujudkannya, saya bagian dari masyarakat dan anak kemenakan Luhak Kepenuhan mendukung sepenuhnya terhadap pembangunan tersebut, ini adalah sejarah dari kab. Rokan Hulu dengan julukan Negeri Seribu Suluk. 

Apalagi setiap tahunnya di tempatnya almarhum wafat selalu di peringati, dimana tuan guru ini berasal dari kab. Rokan hulu tepatnya desa rantau biruang sakti kec. Kepenuhan. Sudah selayaknya dan seharusnya pemkab rokan hulu membangun lokasi tempat Kelahiran beliau.

Alfa Syah putra Matan Gubernur BEM - FE UPP sekaligus Anak Kemanakan Suku kanang kopuh Luhak Kepenuhan mengungkapkan bahwa, kita selalu melakukan peninjauan ke lokasi tempat kelahiran Tuan guru, yang kami perhatikan adalah  bagaiman dengan kondisi jalan dari Simpang tiga desa Ulak Patian sepanjang 12 KM ke Lokasi tuan Guru selalu digenangi air apabila air Pasang / Naik, malahan masyarakat untuk berpergian harus menggunakan transfortasi Air, ini sungguh menyedihkan dan memilukan.

Kita berhartap Kepada pihak terkait untuk   dapat Menimpun Jalan sepanjang 12 Km meter tersebut sehingga kelanjutan pembangunan tempat kelahiran Tuan Guru tidak lagi disebabkan Oleh kondisi jalan yang sungguh sangat memprihatinkan. 

Untuk mebuka akses atas Desa Rantau binuang sakti ini, kami juga mengharapkan adanya Pembangunan Jembatan Penghubung dari desa Rantau binuang Sdakti Rokan hulu ke Desa Air Hitam Kecamatan Pujud Rokan hilir, jika terwujud maka keterisoliran desa Ini akan terbuka. **rls

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 23 August 2017 07:08:45
Mubes Lembaga Adat Belum Tentukan Ketua LAP
 Rabu, 12 Juli 2017 08:07:52
Ditemani Ketua DPRD Kampar dan Datuk Yusri, Kapolres Kampar Sambangi Keluarga Almarhum AF
 Kamis, 27 April 2017 05:04:31
LAM Riau Rohul Gelar Musda Ke IV
 Senin, 24 April 2017 09:04:43
Bupati Syamsuar Resmi Menerima Gelar Kehormatan Keraton Surakarta, Solo "Kanjeng Raden Tumenggung"
 Selasa, 11 April 2017 08:04:06
Milad NU Ke 94 Th 2017, Bupati HM Harris : Perkuat Persaudaraan Bukan Perpecahan
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca