Isu Ikan Kaleng Bercacing, Bupati Rohul Minta Dinas Terkait Melakukan Pengawasan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 05 April 2018 09:04:36
Isu Ikan Kaleng Bercacing, Bupati Rohul Minta Dinas Terkait Melakukan Pengawasan
KETERANGAN GAMBAR :
H. Sukiman Bupati Kab. Rokan Hulu

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO  -  Terkait Adanya ‎isu peredaran Ikan Kaleng mengandung cacing Bupati rokan hulu, Sukiman Intruksikan dinas terkait terutama dinas kesehatan (Diskes) untuk melakukan pengawasan terhadap ikan kaleng yang mengandung cacing.

Selain dinas kesehatan bupati rohul juga mengintruksikan  dinas perindustrian dan perdagangan (Diperindag) serta Dinas terkait untuk melakukan pengawasan lebih ketat sehingga tidak lagi beredar dilingkungan masyarakat.

Sukiman mengaku, pada Senin (2/4/2018) lalu Dinas terkait sudah melakukan Sidak dibeberapa swalayan yang terdapat di kota Pasirpangaraian, dan menemukan Merk Sarden yang diindikasi terdapat Cacing. 

"Makanya saya intruksikan dinas terkait untuk melakukan pengawasan ‎dan sidak ke Swalayan di 16 kecamatan Se Rohul, agar Merek sarden yang mengandung cacing tidak boleh lagi dijual di Rohul," katanya, Rabu (4/4/2018). 

Lebih lanjut dijelaskanya, Dinas terkait juga harus mensosialisasikan dan memberikan himbauan kepada para pengusaha swalayan dan warung-warung untuk tidak lagi menjual sarden yang ada cacingnya. 

Sukiman mengharapkan, masyarakat jua harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan-makanan kaleng, pastikan dulu ke sterilannya sehingga masyarakat bisa aman mengkonsumsinya. 

"Harus hati-hati apalagi sekarang serba instan, pastikan dulu kandungan yang terdapat di dalam makanan makanan instan, termasuk sarden," jelasnya. 

Lebih lanjut dijelaskanya, bagi masyarakat yang menemukan makanan-makanan yang terdapat hal-hal yang membahayakan kesehatan tubuh segera laporkan kepada dinas terkait. 

"Pokoknya masyarakat dan dinas terkait harus bekerjasama agar barang-barang yang berbahaya tidak dikonsumsi oleh masyarakat kita," terangnya.

Sebelumnya, ‎ Dinkes menemukan  Ratusan kaleng produk ikan kaleng atau sarden yang diduga mengandung cacing masih ditemukan beredar dan dijual di sejumlah mini market, toko kelontong, dan retail modern di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Sementara Kepala Dinkes, Bambang, melalui  Seksi Farmasi Dinkes Rohul Rusdi Hidayat ‎mengungkapkan, pihaknya telah melakukan  inspeksi mendadak (Sidak) bersama petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rohul, Satpol PP Rohul, serta Satuan Petugas atau Satgas Pangan Polres Rohul, pada Senin (2/4/2018).

"Pada sidank tersebut, puluhan personel gabungan satu persatu meneliti produk sarden berbagai ukuran, dijual di sejumlah mini market dan kedai kelontong di Kecamatan Rambah," katanya, Selasa (3/4/2018). 

Ia menambahakan, selain melakukan Sidak gabungan, pihaknya juga menyebarkan selebaran daftar 27 produk sarden dirilis BPPOM yang diindikasi mengandung cacing ke masyarakat.

Rusdi menjelaskan, pada Sidak di beberapa lokasi, pihaknya memeriksa merk sarden dari 27 produk sarden yang dinyatakan BPPOM mengandung cacing.

Diungkapkan hasil Sidak dilakukan, ditemukan beberapa produk sarden bercacing, sesuai rilis BPPOM mengandung cacing, seperti Fiesta, ABC, TLC dan Hoki.

"Kita sudah mengimbau dan berikan selebaran daftar 27 merk sarden yang tidak boleh dikomsunsi karena mengandung cacing kepada masyarakat," terangnya. (Adv/ Humas)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 09 Juli 2018 05:07:59
PMI Inhil Salurkan Bantuan kepada Bayi Penderita Infeksi Paru-paru
 Selasa, 03 Juli 2018 09:07:19
Diskes Riau Periksa 9 Parameter Penyebab Keracunan Masal di Kampar
 Rabu, 06 Juni 2018 05:06:34
Dinsos Riau Terima kunjungan BPJS Pekanbaru
 Jumat, 15 Juni 2018 10:06:45
Selama Lebaran, 106 Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah di Riau Siaga 24 Jam
 Kamis, 14 Juni 2018 12:06:43
Bayar Tiga Bulan Nunggak Listrik RSUD Bengkalis Korbankan Gaji Honorer
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca