Gerakan Ketuk Pintu 1000 Rumah Bengkalis Temukan 707 TBC Baru
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 06 April 2018 09:04:18
Gerakan Ketuk Pintu 1000 Rumah Bengkalis Temukan 707 TBC Baru
KETERANGAN GAMBAR :
Alwizar SKM Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Bengkalis,

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO - Kasus tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian serius dari Pemkab Bengkalis. Sebab, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis itu sangat mudah menular kepada orang lain. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten bengkalis terus menggalakkan gerakan ketuk pintu 1.000 rumah.

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga menggandeng Aisyiyah  Kabupaten Bengkalis. Sebelumnya, kegiatan ketuk pintu 1.000 rumah dilakukan saat peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia pada 24 Maret lalu. ”Harapan kami, dengan ketuk pintu dari rumah ke rumah itu, dapat ditemukan kasus baru yang selama ini tidak pernah terlacak,” kata Alwizar SKM Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Bengkalis,kamis 05.03.18

Semester pertama 2018 dinkes menemukan 707 kasus TBC reguler baru. Baik BTA (batang tahan asam) positif, negatif, maupun ekstra paru.Dengan mengambil sampel dahak di bawah ke laboratorium butuh 4-5 hari bisa diketahui positif atau negatif.

Dengan adanya penemuan kasus TBC baru, lanjut Alwizar penderitanya bisa segera diintervensi pengobatan selama enam bulan. Dengan begitu, pasien bersangkutan tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. ”Semua orang berpotensi terkena TBC. Bergantung pada daya imun masing-masing,” ungkapnya.

”Sekarang ini, tidak hanya warga dari kalangan kurang mampu yang terkena TBC, tetapi dari kalangan mampu juga bisa,” sambung Alwi.

Permasalahan yang dihadapi Dinkes, masih banyak warga yang suspend TBC tidak terdata terutama dari klinik dokter swasta maka akan di keluarkan peraturan bupati (perbud) pengendalian dan pemberantasan TBC.

"Dengan adanya perbud kita bisa meminta data pasien tbc dari klinik swasta dan pasien tersebut dirawat di puskesmas apa bila tidak memberikan akan mendapatkan saksi" kata alwi.

Target Indonesia tahun 2025 akan tereliminasi TBC dan Tahun 2050 sudah bebas TBC dari 1/1 juta penduduk.(yul)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 09 Juli 2018 05:07:59
PMI Inhil Salurkan Bantuan kepada Bayi Penderita Infeksi Paru-paru
 Selasa, 03 Juli 2018 09:07:19
Diskes Riau Periksa 9 Parameter Penyebab Keracunan Masal di Kampar
 Rabu, 06 Juni 2018 05:06:34
Dinsos Riau Terima kunjungan BPJS Pekanbaru
 Jumat, 15 Juni 2018 10:06:45
Selama Lebaran, 106 Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah di Riau Siaga 24 Jam
 Kamis, 14 Juni 2018 12:06:43
Bayar Tiga Bulan Nunggak Listrik RSUD Bengkalis Korbankan Gaji Honorer
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca