Pimpinan PTS se Riau Deklarasikan Lawan Radikalisme dan Terorisme
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 09 Juni 2018 12:06:41
Pimpinan PTS se Riau Deklarasikan Lawan Radikalisme dan Terorisme
KETERANGAN GAMBAR :
Pimpinan PTS se Riau Deklarasikan Lawan Radikalisme dan Terorisme

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO  - Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se Provinsi Riau menanda-tangani Deklarasi Melawan Radikalisme dan Terorisme. Kegiatan yang berlangsung Jumat sore (8/6) jelang berbuka itu berlangsung di Kampus Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, dan difasilitasi oleh APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Wilayah X-B Riau.

Sebelum deklarasi ditanda-tangani, Ketua APTISI dr Zainal Abidin, MPH terlebih dahulu membacakan naskah deklarasi dihadapan Kapolda Riau Irjen Pol Drs. Nandang, Danrem 031/WB Brigjen TNI Soni Aprilianto, Kepala Badan Intelijen Daerah Rakhman Haryadi, Presiden dan Gubernur BEM masing-masing perguruan tinggi. Hadir juga Kepala Balitbang Provinsi Riau, Dra. Hj. Arbaini bersama Kesbangpol. 

Dalam deklarasi itu, Pimpinan PTS se Riau secara tegas menyatakan melawan segala bentuk tindakan radikalisme dan terorisme.Usai penanda-tanganan Kapolda Nandang mengajak seluruh komponen bangsa bersama-sama mewujudkan kemanan di Provinsi Riau. 

Ia menyebutkan, paham radilisme telah dimulai saat anak-anak berada di bangku sekolah lanjutan atas, dan berlanjut hingga ke perguruan tinggi. Tugas universitas, kata Nandang, adalah bagaimana supaya paham tersebut tidak berkembang.

"Harus selalu ada komunikasi harmonis dan terarah antara mahasiswa dengan dosen. Termasuk memperhatikan perilaku mahasiswa," tegas Kapolda.Menurut Nandang, penganut paham radikalisme cenderung bersifat tertutup. 

Dan, sifat itu jauh dari jati diri seorang mahasiswa. Dosen diharapkan tidak hanya dapat mengajar di bangku kuliah melainkan selalu memberi perhatian kepada mahasiswa baik ketika berada di kampus maupun di luar kampus."Terorisme merupakan ancaman bagi kita semua dan siapapun bisa terpengaruh olehnya," ungkap Nandang.

Sementara Rektor UIR mengaku senang dapat menjadi bagian dari gerakan melawan radikalisme dan terorisme. Sesungguhnya, ucap Rektor, ajaran Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan tindakan radikal dan teror. 

Kampus harus dijadikan sebagai tempat syurganya ilmu pengetahuan dan teknologi serta berperadaban bagi civitas akademika.Kami mendukung langkah-langkah dan upaya kepolisian dalam membongkar dan menangkap terduga terorisme. 

''Kita sampaikan apresiasi dan rasa salut yang luar biasa kepada kepolisian atas kinerja membongkar dan menagkap pelaku terduga terorisme,'' tegas Syafrinaldi usai deklarasi kepada wartawan. **Rls

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:31
Dihadapan Kapolri Plt Gubri Bersama Dirut Bank Riau Kepri Teken MoU Samsat Nasional
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:25
Fakultas Keperawatan Unri, Pelopor Peningkatan Pelayanan Keperawatan
 Rabu, 07 November 2018 05:11:21
Permohonan Beasiswa Pemkab Meranti Diperpanjang Hingga 15 November 2018
 Selasa, 06 November 2018 01:11:24
Dorong Pertanian Berkelanjutan, HA IPB Gelar Dialog Pilpres
 Sabtu, 03 November 2018 10:11:06
Tingkatkan Kerjasama Bidang Pendidikan, Tim Prodi ILHA Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau Silahturahmi Bersama Pemkab. Meranti
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca