Sambut HUT RI ke 73, RS Surya Insani Pasirpengaraian Layani USG Gratis
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 16 August 2018 07:08:29
Sambut HUT RI ke 73, RS Surya Insani Pasirpengaraian Layani USG Gratis
KETERANGAN GAMBAR :
Owner RS Surya Insani Pasirpengaraian, Evi Juliana SE MM

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 tahun 2018, Rumah Sakit Surya Insani Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu menggelar Ultrasonografi (USG) secara gratis.

Kegiatan pelayanan USG Gratis di RS Surya Insani Pasirpengaraian itu berlangsung selama Sembilan hari, terhitung 15 Agustus 2018 sampai dengan 23 Agustus 2018. Pelayanan USG ini akan dilakukan bersama dr Arjuna Saputra MKed (OG) SpOG.

Owner RS Surya Insani Pasirpengaraian, Evi Juliana SE MM mengatakan, kegiatan ini merupakan wahana baginya untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat dan juga sebagai pengabdian untuk Negara Indonesia.

“ Sebagai bagian dari masyarakat Rokan Hulu, kami berharap,fasilitas pelayanan USG gratis yang kami laksanakan ini dapat bermanfaat bagi pembangunan kesehatan masyarakatdi Kabupaten Rokan Hulu. Selain itu, tambahnya, juga sebagai wujud memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang ke 73 tahun,”paparnya.

Ketika disinggung tentang kenapa pemeriksaan USG ini yang dilaksanakan, Evi Juliana yang juga Ketua Kadin Rohul itumenjelaskan,pemeriksaan ini praktis, namun hasil yang didapatkan dari pemeriksaan dapat dijadikan acuan dalam mendeteksi secara dini bentuk kelainan yang terjadi baik pada ibu ataupun bayi yang dikandungnya, sehingga permasalahan yang mungkin terjadi dapat dicegah.

“ Meskipun tidak memberikan informasi yang sepenuhnya akurat, namun USG Kehamilan dapat membantu memberikan informasi yang baik dan non-invasif, tanpa rasa sakit dan aman,”jelasnya.

Evi Juliana yang akrab disapa Yuli itu menambahkan, bahwa angka kematian ibu kebanyakan dipicu oleh 4 kondisi kehamilan yang tidak ideal, yaitu terlalu muda hamil karena kurang dari 18 tahun, terlalu tua hamil karena berusia lebih dari 34 tahun, terlalu dekat hamil karena jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dan terlalu banyak  kehamilan yaitu lebih dari 3 anak.

Sementara sebab tak langsung yang ikut jadi penyebab kematian ibu, Lanjut Yuli, antara lain tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, faktor budaya dan akses transportasi. Situasi ini diindikasikasikan dengan 3 terlambat, yaitu terlambat mengambil keputusan sehingga terlambat untuk mendapat penanganan, terlambat sampai ke tempat rujukan karena kendala transportasi dan terakhir terlambat mendapat penanganan karena terbatasnya sarana dan sumber daya manusia.

“ Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat semakin mendekatkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat Kabupaten Rohul akan semakin sejahtera,” pungkasnya.(Ar/rls)

 

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 05 Desember 2018 07:12:52
Sekda Meranti Ajak Masyarakat Jadi Pendonor Bantu Pasien yang Membutuhkan
 Selasa, 27 November 2018 02:11:36
Sekdaprov Riau Menyayangkan Aksi Mogok Dokter Spesialis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
 Senin, 26 November 2018 11:11:30
Drg ER Nainggolan, MARS Terpilih Kembali Ketum PERMATA Periode 2018 - 2021
 Rabu, 21 November 2018 09:11:01
Awas, Sering Tahan Pipis Picu Batu Ginjal
 Minggu, 18 November 2018 08:11:06
Layanan Rawat Inap RSJ Tampan Over Kapasitas
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca