Tim Ikkon Akhiri Kerjanya di Siak Meluncurkan Berbagaia Produk Hasil Kolaborasi dengan Pelaku Kreatif Siak
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 12 Oktober 2018 05:10:59
Tim Ikkon Akhiri Kerjanya di Siak Meluncurkan Berbagaia Produk Hasil Kolaborasi dengan Pelaku Kreatif Siak
 
Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak bersama tim Ikkon berpose di area mock-up homestay

UTUSANRIAU.CO, SIAK - Tim Ikkon (Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara) mengakhiri proyek kerjanya di Siak dengan meluncurkan berbagai produk hasil kolaborasi dengan pelaku kreatif Siak. Sejak awal Mei, tim bentukan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif, sebuah lembaga pemerintah setingkat kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI) ini telah melakukan pengkajian seni dan budaya di berbagai kecamatan di Kabupaten Siak. 

Hasil kolaborasi dengan pengrajin lokal tersebut dipamerkan dalam pameran Akosiak Festival yang diselenggarakan bersamaan dengan Festival Siak Bermadah. Akosiak adalah brand dari produk tim Ikkon yang terinspirasi dari pelafalan Melayu Siak untuk kata "akar" menjadi "ako".

Selama 10-12 OKtober 2018, Gedung Madrasatun Nisa yang terletak di dekat istana Siak disulap menjadi area pameran yang menampilkan berbagai produk kolaborasi. Di antaranya adalah modest wear, kemasan produk cinderamata khas Siak, lampu gantung, mock-up kamar tidur dan area keluarga, mock up royal dinner. Pameran yang dibuka dari jam 09.00 sampai 21.00 ini tak hanya berisikan pameran produk hasil kolaborasi. Terdapat juga berbagai workshop desain, seperti melukis tote bag dan
menganyam pandan.

Tak hanya produk saja yang dipamerkan di sini, namun juga karya lainnya seperti tarian. Bertajuk Tari Kato, tarian ini memiliki keunikan karena dimainkan di atas sungai. Tarian yang berkolaborasi dengan penari dari Sanggar Tari Tasek Seminai ini bercerita tentang perjalanan Sultan Siak ketika mendatangi daerah kekuasaannya yang berada di sepanjang sungai. 

Dari segi produk service design, tim Ikkon memberikan rekomendasi untuk pembangunan kota dan dermaga dan exhibition system guideline.

Sementara rekomendasi pariwisata diberikan dalam bentuk mock up homestay dan royal table manner program yang bisa diaplikasikan untuk para wisatawan yang datang ke Siak.

 
 
Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak berbincang dengan Desainer Interior tim Ikkon

"Alasan kami membuat mock up homestay dan royal table manner program di sini memang untuk mendukung keinginan pemerintah daerah di sini yang ingin menjadikan Siak sebagai pusat wisata Syariah,"ujar Titi Indahyani, mentor tim Ikkon. 

"Untuk pameran ini, kami mengundang investor dibidang wisata seperti pengusaha perjalanan wisata dan penginapan. Harapannya, rancangan wisatayang kami rintis ini bisa menaikkan iklim investasi di Siak,” tambah Muh Irfan, business developer di tim ini. 

Untuk mendukung hal ini, talkshow tentang potensi wisata syariah atau wisata ramah muslim di bidang ekonomi kreatif juga diadakan di rangkaian acara pameran ini dengan menghadirkan Dr. Hayu S. Prabowo, ahli pariwisata muslim dan ekonomi syariah yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Turut juga dipamerkan di sini adalah foto mahkota asli dari Kesultanan Siak yang diserahkan oleh Sultan Syarif Kasim II ke Republik Indonesia dalam rangka mendukung perjuangan kemerdekaan. 

"Alasan kami untuk memajang foto mahkota ini adalah karena ingin menunjukkan ke masyarakat Siak tentang wujud asli mahkota mereka dalam bentuk foto. Selama ini, mereka hanya pernah melihat replikanya yang ada di Istana Siak. Bahkan, foto mahkota yang dipajang oleh masyarakat Siak pun adalah foto mahkota replikanya,” ujar Himawan "Hima" Saputra, fotografer Ikkon. 

Demi melakukan pemotretan mahkota yang asli, tim Ikkon meminta izin khusus kepada Museum Nasional Indonesia di Jakarta yang memiliki mahkota ini sebagai koleksi museum.

Pameran ini sekaligus sebagai ajang pamit tim Ikkon karena berakhirnya masa kerja tim Ikkon di Siak pada bulan ini. Titi mewakili tim Ikkon berharap bahwa hubungan baik masih bisa dilanjutkan. 

"Tentunya walaupun kami sudah menjadi alumni, kemungkinan kerjasama dengan pengrajin setempat masih Terbuka lebar. Apalagi, ada Koperasi Ikkon (Kopikon) yang menjadi wadah alumni Ikkon agar kolaborasi dengan pengrajin masih bisa terus berjalan,” harap Titi.

Pameran Hari Pertama Pembukaan pameran telah dilakukan pada 10 Oktober 2018 siang hari oleh Rasidah Alfedri (Wakil ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Siak) dan Rahmawati Hamzah (Ketua Dharma Wanita Kabupaten Siak). Pada malam harinya, sejalan dengan pagelaran Tari Kato, sebuah pertunjukan tarian di atas air, dipertontonkan di depan Bupati Siak, Syamsuar, dan Sekretaris Utama Bekraf, Restog Krisna Kusuma. 

Bertempat di area waterfront, kapal feri disulap oleh arsitek tim Ikkon, Adhisty Kusumawardani, menjadi panggung tari yang dihiasi umbul-umbul. Dibuka dengan pelepasan kembang api, Syaputri dan Novelia Saputri dari Sanggar Tasek Seminai langsung menari yang menggambarkan perjalanan Sultan Siak dalam menyambangi daerah kekuasaannya. 

Koreografi tarian ini adalah hasil kolaborasi Vita Oktaviana, koreografer tari tim Ikkon dengan kedua penari tersebut. Sementara itu, kostum tari dirancang oleh desainer fashion Tim Ikkon, Dede Ananta. 

Dede juga melangsungkan fashion show busana hasil kolaborasi dengan pengrajin lokal. Menggaet model dari Bujang Dara Siak, pagelaran ini sekaligus menutup acara Festival Siak Bermadah hari pertama.

Pameran Hari Kedua Syamsuar selaku Bupati Siak berkesempatan untuk mengunjungi lokasi Akosiak Festival pada hari kedua
pameran. Ditemani oleh Fauzi Asni, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Syamsuar melihat berbagai hasil kolaborasi tim Ikkon. 
Syamsuar mengapresiasi kerja yang dilakukan oleh tim Ikkon dalam menghasilkan berbagai rekomendasi desain pelayanan wisata. “Hasil dari tim Ikkon dalam melakukan inovasi-inovasi tentunya adalah sebuah daya tarik tersendiri. Kami harapkan, Pemda dan Dinas terkait bisa mengikuti sesuai dengan apa yang menjadi masukan dari TIm Ikkon,” ujarnya. 

 
 
Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak berpose dengan tim Ikkon bersama steering committee berpose di area royal table manner program

Busana outer kimono khusus pria dan bomber jacket karya desainer fashion Ikkon yang dihiasi dengan aplikasi simbol Siak
seperti mahkota dan gasing, menarik perhatiannya. Begitu juga dengan konsep homestay bergaya Melayu yang ditawarkan oleh desainer interior Ikkon.  Acara ini turut didukung oleh PT Bumi Siak Pusako.

Tentang  Tim IKKON

Tim Ikkon terdiri dari para pelaku kreatif yang diutus oleh Bekraf untuk membuat kolaborasi dengan pengrajin lokal di tempat penempatan masing-masing. Tiap tahunnya, ada 5 daerah yang menjadi tempat tujuan Ikkon. Di tahun ketiga pelaksanaannya ini, lokasi penempatan Ikkon ada di Belitung, Singkawang, Dompu, Wakatobi, dan Siak. Tim Ikkon di Siak terdiri dari 12 orang yang memiliki pengalaman profesional di bidangnya masing-masing sebelum akhirnya disatukan dalam proyek ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Lampung, Jakarta sampai Pontianak.

PROFIL ANGGOTA

TITI INDAHYANI – MENTOR

Berpengalaman profesional lebih dari dua dekade di bidang interior, Titi kini lebih banyak disibukkan oleh kegiatan di bidang akademis sebagai dosen di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Peraih gelar doktor dari Australia ini memberikan produk kontribusinya di Siak dalam bentuk rekomendasi wisata Siak.

DEDE ANANTA – DESAINER FASHION
Sebagai dosen di tiga sekolah tinggi di Bandung, Dede memiliki ketertarikan tersendiri dalam kreasi
modest wear beraksen tenun Siak. Peraih prestasi sebagai pemenang Lomba Perancang Mode
Menswear 2017 ini juga mengkreasikan jaket dengan aplikasi simbol yang ada di Siak sebagai rancangan
unggulannya.

HIMAWAN ‘HIMA’ SAPUTRA - FOTOGRAFER
Pengalaman Hima ketika bekerja di Amerika di bidang hospitality membuatnya peduli akan pentingnya
sebuah buku panduan di tempat wisata. Itulah yang mengilhaminya dalam membuat produk buku
panduan istana Siak, sebagai salah satu karya yang dipamerkan di pameran ini.

FATIMAH ‘FA’ RANGKUTI – DESAINER KOMUNIKASI VISUAL
Kontribusi Fa dalam proyek ini banyak berada di lingkup product and campaign branding. Memiliki
keahlian di bidang digital, Fa memberikan identitas desain pada produk Ikkon. Mantan brand manager
perusahaan teknologi di Jakarta ini juga memiliki keahlian di bidang kemasan produk.

HIMAWAN ‘JIPANG’ ABDILLAH – DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Berkebalikan dari Fa, Jipang memiliki keahlian di bidang ilustrasi manual. Dengan bermodal kuas, dia
telah menggoreskan prestasi di kompetisi desain dalam dan luar negeri. Lulusan universitas di Busan,
Korea Selatan ini juga pernah tergabung di tim yang memproduksi merchandise jaket lukis Asian Games
2018.

FARRAS ZHAFRAN – DESAINER INTERIOR
Farras memiliki kesan tersendiri ketika mencoba live-in di Kecamatan Perawang demi menggali potensi
pengrajin yang ada di sana. Hasilnya, desainer lulusan Institut Teknologi Bandung ini membuat produk
kursi yang menggabungkan tiga pengrajin dengan keahlian pengolahan material yang berbeda. Dia
berharap bahwa dengan bergabungnya tiga pengrajin dalam satu produk, maka mereka bisa saling
mendukung satu sama lain.

MUH IRFAN – BUSINESS DEVELOPER
Irfan melihat bahwa potensi wisata di Siak sangatlah tinggi. Peraih juara kedua kompetisi bisnis dari
Putrajaya, Malaysia, ini membuat rancangan wisata berbasis alam di Siak yang mencoba menggali
keindahan lanskap Siak.

BAGUS PRADONO – VIDEOGRAFER
Ini bukanlah pertama kalinya Bagus mengikuti program Ikkon. Tahun sebelumnya, dia ditempatkan di
Belu, NTT. Alasan pria yang berprofesi sebagai sutradara dan produser film ini mau kembali
berkontribusi di proyek Ikkon adalah keinginannya untuk berbakti pada negeri dengan menggali potensi
di berbagai daerah. Selain memvisualisasikan program Ikkon Siak, Bagus juga membuat video klip
berjudul Kato

VITA OKTAVIANA – KOREOGRAFER TARI
Dengan latar belakang sebagai aktris teater yang telah berpentas di luar negeri seperti Jepang, Korea,
dan Malaysia, cara Vita membuat karya adalah dengan menggabungkan berbagai elemen dalam
pertunjukan. Di Siak, selain merancang Tari Kato, Vita juga membuat tarian kreasi baru bertajuk Tari
Terang Bulan yang terinspirasi dari kecerian anak-anak.

AYU DEWANTI – ANTROPOLOG
Memiliki latar belakang antropologi dan jurnalis media cetak, Ayu banyak menyumbangkan teks dan
latar belakang cerita dari berbagai produk yang dibuat oleh tim.

RININTA ISDYANI – DESAIN PRODUK
Tak hanya kekayaan material, namun keindahan panorama Siak Siak pun menjadi inspirasi Rininta dalam
berkarya. Berbagai produk kolaborasi di Siak yang dihasilkan olehnya kebanyakan adalah untuk
mendukung program rekomendasi wisata tim Ikkon, yaitu homestay dan royal dining table manner.

ADHISTY ‘ADHIS’ KUSUMAWARDANI – ARSITEK
Melihat sungai Siak yang luas dan tenang dengan berbagai dermaga yang belum terolah secara
maksimal, Adhis merasa tergelitik untuk membuat rancangan revitalisasi dermaga. Lulusan Institut
Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini memiliki harapan agar dermaga tidak hanya sebagai
sarana transportasi, namun juga tempat wisata.

 

**Rilis/urc

 
 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 29 November 2018 07:11:36
FPR Dukung Riau Jreeng Kompetisi, "Bebaskan Aksi Mu"
 Selasa, 13 November 2018 07:11:43
Peduli Banjir, FPI Inhu Serahkan Bantuan Sembako
 Kamis, 08 November 2018 04:11:26
Jeritan Pengungsi dan Nasib Korban Terhimpit Reruntuhan
 Kamis, 08 November 2018 04:11:31
Tim FPR-APSI-KPJ Kunjungi Petobo, Kuburan Massal Seperti Perbukitan
 Kamis, 08 November 2018 09:11:50
Balon Kades RTH Silaturahmi dengan Masyarakat
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca