Kerugian Akibat Banjir Sudah Mencapai Rp5 Miliar di Pertanian
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 03 Desember 2018 08:12:31
Kerugian Akibat Banjir Sudah Mencapai Rp5 Miliar di Pertanian
KETERANGAN GAMBAR :
Dilanda Banjir, 275 Ha Perkebunan Petani Inhu Gagal Panen/ Foto Internet

UTUSANRIAU.CO, RENGAT - Kerugian materil akibat bencana banjir di kabupaten Indragiri Hulu pada bidang pertanian, hingga saat ini sudah mencapai 5 milyar lebih. Sejauh ini masih ada tiga kecamatan di Inhu yang masih mengalami kebanjiran yakni Rengat Barat,  Rengat dan Kuala Cenaku. Sementara daerah lainnya sudah surut seperti Peranap,  Batang Peranap,  Rakit Kulim,  Kelayang,  Pasir Penyu, Batang Cenaku,  Batang Gansal. 

Kerugian para petani cukup besar akibat banjir tersebut,  karena harus gagal panen akibat sawah dan ladang mereka terendam.

"Kerugian terbanyak itu bagi persawahan.  Selanjutnya Palawija,  kacabg tanah,  Jagung,  cabe dan lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu, Paino. 

Dijelaskannya,  total lebih kurang 319 hektar lahan pertanian yang mengalami kebanjiran dengan estimasi 1000 ton yang selama ini masih mampu dilakukan masyarakat untuk satu kali panen saja khusus padi atau beras.

Dikatakannya untuk kegagalan panen tersebut ada beberapa petani yang sudah diasuransikan dan ada juga yang sudah diajukan untuk pergantian kerugian ke pusat yang merupakan pergantian akibat bencana alam.

Diakui Paino,  hingga saat ini untuk Sawah di Inhu baru bisa untuk satu kali panen dalam satu tahun dengan pemenuhan kebutuhan hanya 30 persen beras di Inhu dengan luasan lahan persawahan 319 hektar. 

Untuk melakukan perluasan lahan persawahan juga diakui Paino,  masih sulit dilakukan karena hingga saat ini maaih menubggu tata ruang dari Provinsi. "Saat ini bagaimana meyakinkan para petani untuk tidak melakukan alih fungsi lahan dengan tergiur dari janji janji keuntungan besar dari sektor lain seperti sawit,  tegasnya. 

Selain itu juga dinas Pertanian mendorong bagaimana para petani tersebut bisa meningkatkan hasilnya dengan panen dua kali dalam satu tahun, guna Peningkatan Penghasilan petani itu sendiri karena Untuk perluasan masih pesimis, lebih intensifikasi lahan yang ada saat ini. **mcr/urc

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 07 Desember 2018 07:12:58
Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Workshop Industri Tenun
 Jumat, 07 Desember 2018 07:12:32
Gapensi Rohul Minta Pemkab Berdayakan Kontraktor Lokal
 Kamis, 06 Desember 2018 10:12:39
Pertamina akan Menambah Alokasi Gas Elpiji 3 Kg
 Kamis, 06 Desember 2018 10:12:59
Ekspor Riau Turun 9,24 Persen
 Kamis, 06 Desember 2018 10:12:42
BPS: Nilai Tukar Petani di Riau Masih Defisit
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca