Program Ramadhan 1440H/2019 M, SDN 46 Kota Bengkalis Gelar Kegiatan Keagamaan dan Sosial
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 13 Mei 2019 02:05:39
Program Ramadhan 1440H/2019 M, SDN 46 Kota Bengkalis Gelar Kegiatan Keagamaan dan Sosial
 
Program Ramadhan 1440H/2019 M, SDN 46 Kota Bengkalis Gelar Kegiatan Keagamaan dan Sosial

UTUSAN RIAU. CO, BENGKALIS - Selama bulan Ramadhan 1440H/2019M, ada yang berbeda di SD Negeri 46 Kota Bengkalis. Pada Ramadhan ini, SDN 46 akan melakukan kegiatan keagamaan seperti menggelar solat Duha, Surat  Tadarus Al-Quran, dan surat Yasin khusus hari jumat.

Selain itu, kegiatan sosial seperti memberikan bantuan kepada siswa dan masyarakat kurang mampu di lingkungan sekolah, serta mengunjungi salah satu panti asuhan di Kota Bengkalis.

Kepala SD Negeri 46.Dra.Hj Naimah menyebutkan, kegiatan keagamaan ini memang rutin dilaksanakan sekolah selama bulan ramadhan. 

Terkait mengisi dibulan ramadhan  merupakan anjuran Kepala Disdik Bengkalis  agar sekolah memperbanyak kegiatan di sekolah. "Ini moment yang tepat mengajarkan anak ilmu agama lebih dalam," ujarnya, Jumat (10/5/19). 

Kegiatan ini menambah jam masuk sekolah pukul 07.30 wib.Selama setengah jam dimulai tanggal (07/05) sampai menjelang ujian tanggal (13/05). Sebelum Ujian Sekolah dilaksanakan Solat Duha. 

"Untuk siswa non muslim waktu kita arahkan ke perpustakaan sekolah sebelum KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di mulai, jumlah siswa SD Negeri 46 mencapai 165 siswa, " ungkapnya.

Sementara untuk kegiatan pemberian santunan merupakan program sekolah. Sumber dananya merupakan sumbangan rutin siswa dan guru yang dikumpulkan setiap minggunya pada hari Jumat.

Hj Naimah berharap, kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan lancar sesuai program yang direncanakan, dan siswa dapat mengikuti dengan baik serta mendapatkan pemahaman dan ilmu baru.

"Terutama pengetahuan dalam menjalani ibadah puasa dan diberikan kelancaran hingga hari kemenangan yakni hari raya," terangnya.

 
 
Program Ramadhan 1440H/2019 M, SDN 46 Kota Bengkalis Gelar Kegiatan Keagamaan dan Sosial

SD 04 di Bulan Ramadan Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkalis mengeluarkan surat edaran kepada setiap sekolah untuk menerapkan Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai upaya peningkatan iman dan ketakwaan siswa  selama bulan Ramadhan.

SDN 04 Bengkalis telah merubah  kegiatan belajar mengajar  (KBM) di bulan ramadhan  memajukan setengah jam masuk sekolah dimulai pukul 7.30 dan pukul 8.00 KBM.

"Setengah jam awal ( pukul 7.30.) dilaksanakan kegiatan keagamaan dan selanjutnya belajar seperti biasa sudah di mulai dari hari selasa 07/05 sampai sabtu besok," kata Nurzairina Kepsek SDN 04 Bengkalis yang dulunya SDN 05

Lanjut Nurzairina kegiatan sabtu berupa santunan anak yatim dan janda - janda di sekitar lingkungan sekolah dan infak bersama yang dikumpulkan guru dan siswa di bulan ramadhan ini.

"Infak yang dikumpulkan adalah mengajarkan anak untuk berbagi.Pendidikan Karakter keteladanan contohnya orang tua siswa terlambat jemput anaknya  bisa jadi penilaian ini bukanlah tugas sekolah juga orang tua siswa di rumah,"papar Nurzairina yang sebelumnya Kepsek SDN 01 Bengkalis. 

Di SDN 04 pada setiap pagi masuk sekolah para guru berdiri di depan kelas menerima siswa dengan menyalami satu persatu masuk ke ruang kelas."Saya terapkan ke setiap guru mendidik siswa santun dan berbudi pekerti agar kelak mempunyai akhlak yang bagus," harapan Nurzairina.

Menurut Nurzairina, Pendidikan  karakter sendiri merupakan strategi dan metode untuk membumikannya dengan setidaknya melalui tiga hal, peneladanan (modelling), peniruan (imitation) dan pembiasaan (conditioning). Dhus, pendidikan karakter bukanlah pengajaran yang terpenting. Karena pengajaran ini seringkali melupakan pembiasaan dan pembudayaan. Di mana dua unsur ini merupakan hal terpenting dalam membumikan perilaku, sikap dan karakter yang positif.

Sedangkan nilai-nilai Ramadhan yang diyakini sebagai landasan pendidikan karakter adalah kejujuran, disiplin, kesabaran, amanah, silaturahmi dan kesungguhan dalam beraktivitas, berempati, pengendalian diri dan solidaritas sosial. Misalnya, nilai solidaritas sosial dalam berpuasa dipraktikkan secara nyata dengan berlapar-lapar saat puasa, hingga menumbuhkan empati dan solidaritas kita terhadap kaum miskin serta tak mampu semakin berkembang dengan kuat.

Untuk itulah, kita diperintahkan untuk banyak-banyak bersedekah dan berbagi dengan mereka yang kurang beruntung secara ekonomis di bulan Ramadhan. Khusus di akhir bulan Ramadhan, kita juga diwajibkan membayar zakat fithrah, sebagai bukti bagi empati dan solidaritas kita terhadap sesama.
 

 
 
Program Ramadhan 1440H/2019 M, SDN 46 Kota Bengkalis Gelar Kegiatan Keagamaan dan Sosial

Program Bulan Ramadhan SDN 50 Gelar Pesantren Kilat

Dalam rangka memasuki bulan suci Ramadhan hampir setiap sekolah dasar di kabupaten Bengkalis  melaksanakan Pesantren Kilat, termasuk SD N 50 Senggoro  yang mengelar Pesantren Kilat guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para siswa kepada Allah SWT.

Kepala sekolah SDN 50, Sudarmi S.Pd,i saat ditemui di halaman sekolah yang sedang berlansung pesantren kilat, mengaku kegiatan seperti  ini sudah dilaksanakan hampir setiap tahun dengan tujuan untuk menguatkan karakter siswa dalam ilmu keagamaan.

“Namun ini dikhusukan bagi siswa beragama islam,” ucap Kepala Sekolah SDN 50 Senggoro.Sudarmi S,Pd.i kepada wartawan Jumat(10/05).

Ibu Sudarmi  menjelaskan, bahwa  rangakaian kegiatan pesantren kilat  di isi dengan berupa  solat Duha, ceramah dari Ustad M Farduka.

Menurut Kepsek sudah seharusnya sejak dini para siswa ditanamkan dengan pehaman ilmu kegamaan sehinga dari sekarang dapat terbentuk karakternya yang baik” imbuhnya.

Selanjutnya Sudarmi  menambahkan kegiatan ini akan berlangsung sampai sabtu besok  (2 hari) karena senin (13/05) siswa sudah memasuki Ujian akhir  sekolah.
Besok juga acara yang sama dan pembagian uang Infak yang sudah di kumpulkan siswa selama satu tahun.

“Para siswa sangat antusias dengan pelaksanaan pesantren kilat ini dari giat semangat yang ditunjukan siswa untuk mengikuti rangkaian kegiatan pesantren kilat sampai selesai.” tambahnya.

Melihat antusias siswa Kepala Sekolah  berharap agar kegiatan pesantren ini dilaksanakan di halaman karena belum punya mushola, mereka ambil air wudhu di rumah masing-masing.

“Saya bersukur para siswa  sangat antusias dengan kegiatan pesantren ini, namun menurut saya alangkah baiknya lagi kegiatan seperti ini dilaksankan di dalam mushola karena terasa lebih khusuk, sehinga saya berharap kedepan bisa mengusahakan pembangunan musholah di SDN 50 ini” harapnya.

 
 
Sofyan SPdi , Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis

Bulan Puasa  Tempat  Pendidikan Karakter Anak Didik

Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemdiknas (2010), secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik  (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development) yang dijadikan kesatuan yang terpadu.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Sofyan SPdi bahwa kata karakter dipinjam dari bahasa Yunani, charassein, yang berarti to engrave mengukir atau to mark menandai. Dengan kata lain, karakter adalah bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.  

'' Dengan kata lain, pendidikan karakter adalah penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang terdiri atas ilmu pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan mengaplikasikan nilai-nilia tersebut terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga. Maka seorang yang berkarakter adalah orang yang selalu menjaga hubungan baik vertikal maupun horizontal (hablum minallah dan hablum minnas),'' jelas Sofyan.

Adapun tujuan dari pendidikan karakter adalah membentuk  peserta didik agar menjadi manusia, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun standar manusia, warga   masyarakat, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, adalah nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat dimana peserta didik tinggal. Nilai-nilai sosial yang berlaku tentu saja sangat dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena  itu, bisa dikatakan bahwa pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan terhadap peserta didik berdasarkan nilai-nilai agama yang dianutnya. Dalam hal ini pendidikan agama menjadi core kunci dalam pendidikan karakter. 

Bertitik tolak dari pemaparan di atas, kita akan dapat menarik benang merah antara pendidikan karakter dan puasa ramadhan. Benang merah yang dapat kita lihat adanya pola yang sama antara pendidikan karakter dengan puasa. Pola yang sama tersebut yaitu dalam hal pembinaan fisik dan non fisik (bathin) harus ada keseimbangan. 

''Lebih jauh, tidak hanya pembinaan fisik dan non fisik, namun juga harus mempunyai resonansi  bagi masyarakat sekitar bagaimana menciptakan masyarakat yang menjadi lebih baik,''pungkas Sofyan.

 
 
Edi Sakurs Kadis Pendidikan Kabupaten Bengkalis

Pendidikan Karakter Untuk Aktualisasi Siswa Meningkatkan Iman Dan Taqwa

Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis mengeluarkan surat edaran kepada setiap sekolah untuk menerapkan Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai upaya peningkatan iman dan ketakwaan siswa selama bulan Ramadhan.

"Untuk meningkatkan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di satuan pendidikan, diharapkan kepada kepala satuan pendidikan bersama para guru untuk merancang dan melaksanakan program Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK)," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura MPd kepada media beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, program aksi peningkatan iman dan ketakwaan dijadwalkan minimal tiga hari dengan sasaran siswa berdasarkan agama yang dianut atau diajarkan di sekolah.

"Program aksi ini dirancang agar aktualisasi diri siswa dalam meningkatkan iman dan ketakwaan berjalan optimal serta tetap memelihara nilai-nilai toleransi antar umat beragama," tuturnya.

Untuk memenuhi tenaga pembimbing praktik keagamaan tersebut, pihak sekolah dapat melibatkan komite sekolah, orangtua siswa atau tokoh-tokoh agama.

"Kepada pengawas diminta untuk memantau pelaksanaan kegiatan dan kepala sekolah diminta untuk melaporkan kegiatan tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan," katanya.

Adapun isi-isi kegiatan yang dimaksud, jelas Edi, antara lain, pertama, untuk agama Islam, diisi dengan kegiatan praktik Qamat dan Adzan, berwudhu, tata cara dan bacaan sholat, hapalan surah pendek, dan mengarang atau mading dengan tema toleransi.

"Jika dimungkinkan pada penghujung kegiatan ini dapat diadakan lomba antar sekolah dan gugus," sarannya.

Kedua, untuk agama Katolik dan Kristen, diisi dengan kegiatan praktik baca Al Kitab (Lektor), LCT Kitab Suci, mewarnai, dan mengarang atau mading dengan tema toleransi.

"Sedangkan untuk agama Budha, diisi dengan kegiatan praktik baca Kitab Suci, LCT Kitab Suci, mewarnai, dan mengarang atau mading dengan tema toleransi," tuturnya.

Antara melansir Mengenai jadwalnya, kata Edi Sakura, disesuaikan dengan jam pelajaran di sekolah. Diharapkan, katanya, untuk mengisi bulan suci Ramadhan, dapat dilakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Sehingga apa yang dilakukan, ujarnya, dapat membawa berkah bagi siswa. "Seperti budi pekerti dia, keimanan dia, dan masih banyak yang lainnya," tuturnya. **(adv)

 
 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 17 Juli 2019 07:07:53
Sekda Inhil Tinjau 3 OPD Pelayanan Publik
 Selasa, 16 Juli 2019 05:07:09
Bupati Inhil Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Sungai Salak, Tempuling
 Senin, 15 Juli 2019 07:07:12
Bupati Inhil Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2018
 Sabtu, 13 Juli 2019 07:07:36
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
 Rabu, 10 Juli 2019 07:07:25
Family Gathering Kunjungi Diskominfo Kota Bandung, Trio Beni: Penting Guna Membentuk SDM Lokal Berwawasan Global
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca