Rokan Hulu, utusanriau.co - Faktor ekonomi merupakan salah satu faktor terhentinya seseorang untuk melanjutkan dunia pendidikan seperti yang dialami warga desa mahato dusun 39 jadi makmur kecamatan tambusai utara, Reza Ahmadi (RZ) 11 tahun, karena orang tua tidak lagi sanggup bekerja akhirnya dia rela memutuskaan pendidikan yang saat itu masih duduk di sekolah dasar kelas 4 sd, demi melanjutkan kebutuhan keluarganya.
Menurut pengakuan, Reza Ahmadi reza ahmadi jum'at kemarin (21/2/2013 saat ini dirinya masih membutuhkan pendidikan, apa lagi saat ini usianya baru memasuki 11 tahun sehingga ilmu yang didapat sewaktu masih duduk dibangku sekolah belum sepadan dengan kemajuan teknelogi seperti saat ini, bahkan kemajuan itu secara global.
Reza Ahmadi menambahkan jika saya tidak lagi meneruskan pendidikan bagai mana masa depan saya nanti sedang sekarang saja hidup keluarga kami pas-pasan. "Ungkap reza lesu.
Akibat kemiskinan yang melanda, keluarga Rezah ahmadi warga mahato kecamatan tambusai utara menjadi salah satu korban yang putrus pendidikannya di tengah jalan, pasalnya dia harus berhenti bersekolah demi menapkahi hidup keluarganya, meski umurnya masih 11 tahun harus rela dan bersemangat melakukan panen sawit warga atas nama langhot sitorus dengan luas lebih kurang 16 haktar yang dikerjakannya 3 kali dalam 1 bulan, dirinya bekerja sebagai tukang panen dengan cara mendodos dan
mengegreg, karena kondisi kebun yang dipanenya tersebut sudah tinggi, sedangkan untuk melangsir tbsnya dibantu dengan orang tua perempuan.
"Namaun karena saat itu orang tua laki - lakinya yang mengerjakan untuk penen dalam keadaan sakiyt dan tidak bisa bekerja tetapi sayangnya pemilik kebun tidak pernah memberikan biaya perobatan dan membawanya untuk berobat, akibat sakit yang di derinya orang tua rezah ahmadi pada bulan februari 2014 menghebuskan nafas terakhirnya (meninggal dunia.
Karena orang tua perempuannya tidak sanggup membiayai untuk menyekolahkan anaknya senin sore keluarga yang didampingi anggota DPRD rohul dari dapil 2 mendatangi kantor komisi perlindungan anak daerah (KPID) rokan hulu untuk minta arahan dan petunjuk terkait kelangsungan pendidikan anaknya.
Oleh pengurus KPID rohul laporan tersebut akan diteruskan ke dinsos tramigrasi, jika orang tuanya tidak sanngu anak ini natinya akan dititipkan dipanti asuhan dan akan disekolahkan kembali
Ahmadi juga berharap kepada kpaid rohul agar bisa membatu dirinya untuk melanjutkan pendidikan karena orang tua, (mira) tidak sanggup membiayainya sedangkan untuk makan sehari-hari hanya pas-pasan, apa lagi untuk pendidikan yang saat ini serba mahal." Ungkapnya.(Ar)
###