Meja dan Kursi Belajar di SDN 14 Bengkalis Ditarik Kontraktor

Rabu, 25 Februari 2015 | 05:02:17 WIB
###

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO --- Disebabkan rekanan pengadaan mobiller menyita meja dan kursi berjumlah 96 unit, kibat proyek ditahun 2011 lalu hingga kini belum dibayarkan oleh SKPD terkait (Disdik Bengkalis-red), pada hari Selasa kemarin, mulai pagi tadi, para murid SDN 14 Bengkalis jalan Kelapapati Laut terpaksa belajar meja kursi apa adanya, Rabu (25/2).

Demikian yang disampaikan Plt Kepsek SDN 14 Ruspandi ketika dijumpai sejumlah wartawan pagi tadi, bahwa setelah‎ rekanan menyita mobiller tersebut, siswa siswinya belajar dengan 1 bangku kecil dipakai 2 orang.

"Untung masih ada kursi lama yang sebenarnya sudah kita simpan digudang, lantaran sudah tidak layak lagi dipakai, tapi sekarang apa boleh buat, memang meja kursi tidak ada, maka yang digudang kita keluarkan lagi untuk belajar, daripada para siswa belajarnya duduk dilantai," ungkapnya.

Ruspandi akui, rekanan sebelumnya juga pernah akan penarikan meja kursi tersebut, lantaran pihak Sekolah melarangnya, rekanan tidak jadi, tapi nampaknya mereka sudah tidak tahan lagi, maka dengan terpaksa kami membiarkan rekanan menarik meja kursi kemarin.

"Sebenarnya. beberapa waktu lalu, kita dari pihak Sekolah pernah menyampaikan hal ini pada pihak Disdik dan pihak Disdik akui tidak membayar proyek tersebut, lantaran pekerjaan tidak sesuai dengan Spek," terang Ruspandi.

Ia mengaku, dirinya sebagai Plt SD tersebut baru muai bulan Januari tahun 2014 lalu dan mengjar di Sekolah tersebut susah lama, sehingga dirinya katakan tetap berkewajiban untuk melindungi aset Sekolah.

"Kabid Disdik Bengkalis bagian SD pada waktu itu kan bernama Yusri dan katanya kalau saat itu dibayarkan, maka dirinya akan bermasalah dengan hukum, lantaran proyeknya yang dikerjakannya tidak sesuai dengan Spek," tambahnya.

Pernah juga, lanjutnya, pihak Disdik satu bulan lalu, menyarankan, agar kursi dan meja itu dibayar dengan dana BOS, tapi seandainya dengan dana tersebut ‎itu tidak mungkin, karena kalau dihitung hitung tidak akan mencukupinya, sebab untuk kebutuhan dari dana BOS juga banyak.

"Cuman yang masih mengganjal dalam benak saya yang sampai saat ini belum terjawabkan, kalau memang proyeknya itu tidak sesuai dengan spek, kenapa pihak Disdik menyuruh ke kita untuk membayarnya dengan dana BOS, kan kalau dibayar juga akan jadi temuan, makanya saya tak paham dengan persoalan ini, tapi dengan peristiwa ini, siswa kami belajar dengan kondisi yang tak layak," sesalnya. (bp)

###

Terkini