Pekanbaru KLB Kabut Asap, Semua Siswa Diliburkan

Rabu, 26 Februari 2014 | 07:02:23 WIB

Pekanbaru, utusanriau.co - Akhirnya Kota Pekanbaru dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) kabut asap . Menyikapi kondisi ini seluruh anak sekolah di liburkan.
   
Kondisi cuaca kabut asap semakin memburuk menyelimuti Kota Pekanbaru, hasil kajian dan telaah dari Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa kondisi udara Kota Pekanbaru sudah masuk Keadaan Luar Biasa (KLB), dan sangat tidak sehat, karena itu Walikota Pekanbaru menyatakan seluruh sekolah diliburkan sejak Kamis-Sabtu (1-3/3).
         
Ketetapan Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT tersebut disampaikan Rabu (26/2) setelah adanya rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Prof DR H Zulfadil SE MBA yang disampaikan kepada Walikota
yang diteruskan kepada seluruh sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, dan SMK yang ada di wiayah Kota Pekanbaru.
            
Disebutkan bahwa rekomendasi meliburkan seluruh sekolah tersebut dikeluarkan Dinas Pendidikan seteah digelar rapat gabungan seluruh Kepala sekolah se-Kota Pekanbaru yang dimpimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Zulfadil didampingi Kabid Abdul Jamal, Rabu (26/2) di aula Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
   
KepalaDinas Pendidikan Kota Pekanbaru kepada wartawan menyebutkan bahwa rekomendasi dan keputusan untuk meliburkan sekolah itu setelah membaca rekomendasi dinas kesehatan tentang kondisi udara Kota Pekanbaru yang sudah membahayakan kesehatan, serta berdasarkan masukan dari seluruh kepala  sekolah yang menyebutkan kondisi  proses belajar dan mengajar sudah sangat terganggu karena banyak anak-anak yang terserang sakit akibat kabut asap, baik divonis terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)  dan iritasi mata.

“Kita meliburkan seluruh sekolah dari PAUD hingga SMA dan SMK. Kecuali ada 5 dari 38 SMK tidak kita iburkan untuk kelas III yang sedang mengikuti ujian kompetesni keahlian yang jadwalnya tidak bisa dirubah lagi, begitu pula sekolah yang memakai boarding school atau yang diasramakan seperti SMPU Plus, Sekolah Pertanian, Sekolah Kehutanan, karena menurut Kepela sekolahnya keberadaan anak-anak lebih aman berada di ruang kelas daripada di dalam asrama,’’ ujar Zulfadil.
 
Sedangkan guru dan pegawai sekolah menurut Zulfadil tidak diliburkan atau tetap datang ke sekolah sebagaiman biasanya.
 
 “Dan kepada pihak sekolah agar mengingatkan anak-anak selama libur tidak melakukan aktifitas di luar rumah. Dan apabila kondisi ini tidak berubah maka akan ada informasi lanjutan dari pemerintah untuk menyikapi kondisi yang tidak menguntungkan ini,’’ ulas Zulfadil. (ra)

Terkini