Gaji CS Lebih Tinggi Dari Guru Honor

Kamis, 27 Februari 2014 | 07:02:14 WIB

Bengkalis, utusanriau.co - Gaji para guru honor umum di Kabupaten Bengkalis saat ini masih kalah besar dengan gaji yang diterima para Cleaning Service (CS) di kantor-kantor pemerintah. Sedangkan honor diterima para guru hanya Rp 1,1 juta, sementara para CS ada yang dibayar Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 juta.

Ketua Komisi I DPRD Bengkalis, Hj Mira Roza ditemui, Kamis (27/2) siang mengatakan bahwa sejatinya honor yang diterima para guru honorer tersebut setandar dengan Upah Minimum Regional (UMR) yakni sebesar Rp 1,8 juta. Tapi apa yang diterima para guru honor di Bengkalis masih jauh di bawah UMR bahkan lebih rendah dari gaji yang diterima para CS di kantor-kantor Pemkab Bengkalis.

"Masih ada waktu kita mengakomodir kepentingan para guru honorer pada tahun  APBD 2014 ini, karena sekarang masih dalam tahap pembahasan. Harapan kita Pemkab Bengkalis bisa mengakomodir masukan kita," ujar Mira Roza.

Menurut Mira, tidak bermaksud mengecilkan keberadaan CS, hanya saja katanya, kalau gaji yang diterima CS sudah hampir mendekati UMR, bahkan sesuai Perbup nilainya mencapai Rp 1,5 juta, mengapa guru honor umum tidak mendapatkan hak yang sama.

"Minimal ya sama dengan besaran UMR, Rp 1,8 juta. Kalaupun tidak bisa sebesar itu sesuai dengan Perbup Rp 1,5 juta pun jadilah. Kasihan guru honor, dengan kondisi ekonomi dan harga-harga berang seperti sekarang ini, rasanya gaji Rp 1,1 juta itu sangat kurang sekali," jelasnya.

Tidak jarang kata Mira, sebagian guru honorer yang nyambi bekerja di tempat lain. Ada yang menjadi guru privat dari rumah ke rumah, dan ada yang bekerja sebagai tenaga buruh serabutan, "Padahal, mereka dituntut bisa bekerja secara profesional. Ya bagaimana mau profesional kalau mereka juga masih sibuk memikirkan persoalan dapur," imbuh Mira lagi.

Terpisah, salah seorang guu honorer Disdik, M Fadhli mengatakan, sebenarnya gaji yang diterima para guru honorer setandar dengan UMR. Namun jikapun permintaan tersebut sulit dikabulkan, setidaknya gaji yang diterima lebih besar dari yang sakarang atau minimal sedikit dibawah UMR.

"Terus terang, dengan gaji Rp 1,1 juta dan kami terima per triwulan, sulit menggambarkan bagaimana kondisi para guru honor, terlebih saat harga-harga kebutuhan semakin naik. Sebagian kami memang mencari kerja sambilan, ada yang menakik karet dan lainnya. Harapan kita tentunya pemerintah tanggap dengan kondisi kami saat ini," ujar Fadhli. (bp)

Terkini