Kemenag Bengkalis Diminta Akomodir Guru MDA

Jumat, 28 Februari 2014 | 06:02:58 WIB
###

Bengkalis, Utusanriau.co - Perhatian pemerintah terhadap guru Madrasah Diniah Awaliah (MDA) di Kabupaten Bengkalis masih minim. Unuk itu, Kantor Kementerian Agama Bengkalis diminta DPRD untuk mbisa mengakomodir aspirasi guru MDA.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Bengkalis, Hj Mira Roza, Jumat (28/2/14). Menurutnya, masih ada sejumlah MDA yang tidak mendapatkan dana operasional, sedangkan beberapa MDA itu sudah berdiri 3-4 tahun yang lalu. “Yang kami ketahui selama ini pengurus MDA melakukan proses belajar mengajar dengan mandiri tanpa bantuan dan honor yang diterima para guru juga pandai-pandai pihak sekolah (swadaya) walimurid,“ katanya.

Menurutnya, untuk sekolah MDA yang memang struktur kepengurusan dan perkembangan atau proses belajar mengajar berjalan dengan baik, patut menjadi pertimbangan untuk diakomodir dengan mendapatkan bantuan dana hibah (operasional) dan para guru juga perlu mendapatkan bantuan honor.

Dikatakan, penambahan jumlah sekolah dan guru honor madrasah ke dalam data base yang layak mendapatkan bantuan Pemkab Bengkalis, memang berkait kelindan dengan anggaran atau dana hibah yang diberikan kepada Kemenag. Tapi hal tersebut bukan tidak mungkin untuk dilaksanakan, tergantung komitmen Pemkab dan semua pihak.

“Tahun lalu dana hibah Kemenag sebesar Rp29 miliar. Tahun ini diusulkan sebesar Rp35 miliar. Insallah jika usulan tersebut diakomodir semuanya, maka bisa saja Kemenag menambah jumlah guru madrasah penerima honor dan MDA-MDA yang menerima dana opresional,” jelasnya.

Kalau dengan dana hibah Rp29 miliar, Kemenag kata Mira bisa membayar honor untuk sekiar ribu guru honor madrasah. Maka, dengan adanya penambahan anggaran dana hibah, pasrinya jumlah guru penerima honor lebih banyak lagi.

“Untuk saat ini kita jangan dulu fokus kepada kenaikan honor para guru madrasah, tapi jumlah guru madrasah penerima honor yang harus kita tambah. Karena masih banyak guru-guru honor yang belum menerima honor pemda, atau selama in hanya dibayar seadanya oleh pihak sekolah,”jelasnya.

Mira sepakat dan akan memperjuangkan dana usulan Kemenag sebesar Rp 35 miliar bisa terakomodir pada tahun ini. Dirinya butuh dukungan dan komitmen teman-teman Banggar di DPRD. Juga komitmen Kemenag untuk mengakomodir guru honor madrasah yang belum mendapatkan honor pemkab. (bp)

###

Terkini