ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy, lakukan monitoring terhadap pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Taluk Kuranji Ujungbatu, Selasa (19/5/2015) bertempat di Ujungbatu.
Berdasarkan pantauannya di lapangan, bahwa peserta US pada MIS Taluk Kuranji diikuti sebanyak 18 orang, dan semuanya hadir dan dapat mengikuti ujian hari kedua dengan baik, dengan materi Matematika, setelah sebelumnya (hari pertama) mengikuti US dengan materi Bahasa Indonesia. US akan dilanjutkan esok harinya, dengan material IPA.
Kakan Kemenag Rohul mengatakan bahwa berdasarkan pantauannya langsung di lapangan, US berjalan aman, tertib, dan sukses. Para pengawas dengan system silang dari sekolah lain, semuanya datang dan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, sesuai prosedur tang telah ditetapkan.
US pada MIS Taluk Kuranji yang sekarang sedang diusulkan penegerian menjadi MIN Ujungbatu ini, diawasi juga secara khusus oleh Unit Pelaksana Teknis Dikpora (UPTD) Ujungbatu, dengan menugaskan seorang petugas khusus, yang bertanggungjawab atas suksesnya US pada MIS persiapan negeri ini.
Kepala MIS Taluk Kuranji Yenfitrimirni SpdI, melaporkan kepada Kakan Kemenag Rohul, bahwa salah seorang siswanya yang bernama Roby Alby dijemput secara khusus ke rumahnya untuk mengikuti US, sebab dia sudah tiga bulan tidak masuk sekolah, syukurlah dia masih bersedia mengikuti US, jelas Ibu Yen.
Ahmad Supardi Hasibuan, yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Provinsi Riau ini, memuji langkah yang diambil oleh Yenfitrimirni, sebab kita bertanggungjawab penuh untuk mensukseskan wajar dikdas dua belas tahun yang telah dicanangkan oleh Bupati Rohul Drs H Achmad MSi.
Jangan sampai nanti dengan tidak ikut US, maka SDpun tidak tamat, apalagi SMP/MTs dan SMA/MA. Kita berharap agar yang bersangkutan bersedia melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dan untuk itu, pemerintah tentunya bertanggungjawab untuk membantunya.
Kalau dia masih sekolah di jalur madrasah, maka insya Allah akan kita bantu dalam bentuk bantuan siswa miskin (BSM) yang memang kita programkan untuk 2.500 orang setiap tahunnya. Jika dia berprestasi, maka kita upayakan bantuan dari jalur lain, tandas Ahmad Supardi.**Ash/rls