RENGAT, UTUSANRIAU.CO -- Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Mursidi mengunjungi SMP Swasta Tunggal Lestari. Sekolah tersebut dibangun PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) terletak di Desa Sungai Sagu, Kecamatan Lirik.
Sekolah SMP tersebut baru saja dibuka pada tahun 2015 ini dan sudah menerima sebanyak 73 orang siswa. Serta dengan kunjungan Kabid Dikmen diharapkan berbagai proses perizinan dapat segera tuntas.
Kepala Dikmen Dinas Pendidikan Inhu, Mursidi mengatakan kunjungan ke SMP Swasta Tunggal Lestari bertujuan untuk melakukan verifikasi izin operasional sekolah. "Izin operasionalnya masih dalam proses, hasil peninjauan ini akan ditelaah untuk penerbitan izin tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, Administratur PT TPP Ir Sumarno dikonfirmasi menyampaikan dengan telah berjalannya proses belajar mengajar di SMP Swasta Tunggal Lestari diharapkan Dinas Pendidikan Inhu dapat memproses izin operasional. Selanjutnya PT TPP juga akan terus meningkatkan fasilitas sekolah di SMP tersebut.
"SMP ini dibangun dalam bentuk CSR Pendidikan PT TPP. Selain bangunan sekolah, PT TPP juga melengkapi fasilitas sekolah, membiayai operasional sekolah dan memberikan honor guru. Harapan kami kepada Dinas Pendidikan dapat memproses izin operasional SMP Tunggal Lestari agar proses belajar mengajar di sekolah tersebut dapat berjalan dengan lancar," sebutnya.
Selain Mursidi, tampak hadir dalam kunjungan itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Lirik, Abdul Malik dan sejumlah Kasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu serta beberapa orang pengawas sekolah, Kamis (6/8).
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Lirik, Abdul Malik menyebutkan dengan telah dimulainya kegiatan belajar mengajar di SMP Tunggal Lestari maka ada sebanyak 73 orang siswa dapat menyambung sekolah ke tingkat SMP.
SMP Tunggal Lestari dibangun oleh PT TPP di atas lahan perusahaannya di Desa Sungai Sagu, Kecamatan Lirik, meski demikian, kata A Malik, sekolah itu untuk dimanfaatkan pendidikan secara umum.
"Kami sangat bersyukur sekolah ini dapat membantu mengurangi daya tampung siswa di SMPN 1 Lirik, karena seperti tahun sebelumnya SMPN 1 Lirik tidak mampu menampung siswa baru, sehingga dengan adanya sementara jarak SMP lainnya sangat berjauhan," ujarnya.(ds)