Syayma penghafal Alquran, Meski dari keluarga Berpunya Berusaha Mencari Penghasilan Sendiri di Usia 20 Tahun

Ahad, 09 Agustus 2015 | 05:08:31 WIB
Syayma Karimah, Penghafal Alquran.###Syayma Karimah, Penghafal Alquran.###

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO -- Hebat boleh di katakan kepada Syayma Karimah gadis kecil asal jawa barat meski baru usia dua puluh tahun dan dari keluarga berpunya sudah berusaha mencari penghasilan sendiri. 

pada diri Syayma Karimah telah ditanamkan oleh orangtuanya agar menjadi salah satu dari empat opsi yang ditawarkan : wirausaha, ilmuwan, pemimpin, atau profesional.

"Karena kita jangan sampai merepotkan umat dan justru yang mestinya membimbing mereka," seperti dikutip dari brilio.net, Kamis kemarin (6/8/2015).

Itulah sebabnya meskipun dari keluarga berpunya, dara asal Jawa Barat ini memutuskan untuk bermimpi di usia 20 tahun mesti telah memulai mencari penghasilan sendiri. Keinginannya ini juga dilatarbelakangi masa kecilnya yang telah di didik dengan menjajakan kue kacang di sekolah semasa SD.

 

###

Jadilah penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) ini memiliki usaha kerudung. Langkahnya tak serta serta mulus. Salah satu kondisi pelik yang dihadapinya adalah suatu kali pernah hanya mengantongi uang rupiah berwarna abu-abu yang harus cukup hingga ada pemasukan lagi dari bisnisnya yang tidak tentu kapan. Ternyata, dalam keadaan ini, Syayma mampu bertahan sampai selama satu minggu.

"Saya percaya Allah yang akan menanggung rezeki hamba-hamba-Nya. Jadi waktu itu saya coba nikmatin aja. Kalau untuk makan kadang dapat dari seminar pas jadi pembicara. Karena tinggal di pesantren mahasiswi juga sering ada yang ngasih makanan buat rame-rame gitu. Kalau ke kampus yang  biasanya naik motor biar lebih hemat saya jalan kaki," ungkapnya.

Uang bulanan dari orangtua sebenarnya masih didapatnya, namun ia memilih untuk tak menggunakannya kecuali untuk kepentingan kuliah yang tak terduga. Kini, pendapatan Syayma dari kerudung mencapai Rp 15-20 juta per bulan.

Syayma menyebut, usahanya memperoleh pendapatan ini merupakan suatu bentuk aktualisasi diri. "Dari berwirausaha kan kita bisa belajar beker jasama, nambah kenalan, dsb. Jadi bukan untuk menyaingi dan menjadi lebih hebat daripada kaum lelaki. Ini bentuk pembelajaran tentang kehidupan," tutur anggota bidang kaderisasi Medical Emergency Rescue (MER-C) Solo ini. (rdc)

###

Terkini