SMP Juara Pekanbaru Ciptakan Guru Ramah dan Berkarakter

Rabu, 12 Agustus 2015 | 09:08:44 WIB
###


PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Sebagai sebuah sekolah yang bertugas secara umum mendidik, mebina dan mengarahkan peserta didik tentunya sekolah membutuhkan energi besar. Energi yang bukan hanya terletak materi tapi juga guru, sejauh ini kita selalu memandang bahwa sekolah yang baik adalah sekolah yang memiliki segala kemewahan sebagai fasilitas dalam mendidik peserta didik. Jika point hitungannya adalah sebagai daya dukung bisa dikatakan ya, tapi jika itu kemudian menjadi pemicu tunggal maka perlu di kaji lebih jauh.

Dalam prosesnya, terkhusus SMP Juara Pekanbaru memandang bahwa kesuksesan sekolah tidak terlepas dari tekad dan daya juang para gurunya. Variabel penentu yang membuat sekolah bermutu salah satunya adalah guru-gurunya yang memiliki tingkat adaptasi yang tinggi dalam lingkungan yang selalu berubah. Ilmu pengetahuannya selalu terbarukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat. Kemajuan sekolah dipengaruhi oleh tingkat perkembangan keterampilan guru dalam mendongkrak kemajuan siswa belajar. Keterampilan terbaiknya adalah membuat siswa belajar bagaimana caranya belajar.

Untuk mendukung kesuksesan sekolah dalam menciptakan generasi masa depan, maka SMP Juara Pekanbaru menciptakan sosok guru yang ramah dan barakter. Ramah dalam artian guru membangun kedekatan baik secara personal maupun kolektif kepada seluruh peserta didik. Menyapa, mengunjungi dan memberikan nasehat secara informal atau berdiskusi adalah bagian yang terus di budayakan oleh guru. Sejauh ini SMP Juara Pekanbaru menamakan program ini dengan sebut “Personal Visit”. Dalam program ini, setiap guru di wajibkan melakukan personal visit kepada sebanyak 7 peserta didik setiap harinya, setelah dilakukan personal visit setiap guru melakukan pencatatan (record) atas informasi yang didapat.

Selain guru yang ramah, juga dibangun jiwa guru yang berkarakter. Guru yang berkarakter erat hubungannya dengan habit dan kebiasaan yang tersu menerus. Didalam Islam mengajarkan manusia berakhlak mulia berdasarkan wahyu Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa yaitu Al Qur’an dan sunnah Nabi-Nya. Akhlak atau karakter Islam terbentuk atas dasar prinsip ‘ketundukan, kepasrahan, dan kedamaian’ sesuai makna dasar kata Islam. Para pemikir muslim sejak awal telah mengemukakan pentingnya pendidikan karakter. Ibnu Maskawaih (932 – 1030 M) mengungkapkan pentingnya dalam diri manusia menanamkan kualitas akhlak dan melaksanakannya dalam tindakan-tindakan utama secara spontan. Imam Al Ghazali (1058 – 1111 M) mengungkapkan bahwa akhlak harus menetap dalam jiwa sehingga tercermin dalam perbuatan yang muncul dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran yang mendalam.

Semangat itulah yang kemudian menjadi input dan tekad dalam mewujudkan diri sebagai guru yang ramah dan berkarakter. Semoga harapan ini terwujud bagi guru SMP Juara Pekanbaru. (rls)

###

Terkini