Libur Sekolah Bencana Kabut Asap di Pelalawan Diperpanjang

Ahad, 06 September 2015 | 03:09:36 WIB


PANGKALAN KERINCI, UTUSANRIAU.CO - Bencana kabut asap  kian pekat, bahkan semakin pekat dan membahayakan bagi kesehatan saluran pernafasan dan mata di Kabupaten Pelalawan.

Setelah Dinas kesehatan, BPBDPK, Polres dan banyak simpstisan membagikan masker di jalan. Jualan masker di pinggiran jalan piun menjamur. Himbauan pakai masker kepada warga dan memakainya jika keluar rumah.  Dan menghindari dampak lebih buruk akibat kabut asap.

Melihat situasi bencana kanut asap, Libur sekolah setelah tiga hari, Kamis, Jumat , sabtu, akan di perpanjang. Meliputi murid di tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD). SMP, SLTA di liburkan. "Ini sesuai instruksi Pak Bupati, melihat kabut asap yang semakin
tebal dan rentan menyerang anak sekolah. Maka diliburkan secara situasional. Jika tingkat SMP dan SMA juga mulai terkena ISPA, bisa diliburkan," ujar Kadisdik H Syafrudin MM.

Libur situasional ini akan berlanjut, karena kabut asap kian tebal, melihat Ahad (06/09) kabut asap kiat pekat. Himbauan meliburkan murid sekolah telah disampaikan Bupati melalui Sekda ke Dinas Pendidikan (Disdik). Kemudian mengkoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Diskes) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Sementara itu, secara terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah (BPBPKD) Pelalawan, Hadi Penandio, pada media ini menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan satelit BMKG Pekanbaru, di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan di kelilingi titik hot spot. Hotspot tersebut memang tersebar di seluruh daerah 3 provinsi sehingga  kabut asapnya pekat.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN 006, Syamsiah SPd MPd , menyatakan ada himbauan dadi dinas pendidikan untuk meliburkan anak sekolah karena bencana kabut asap telah mengganggu kesehatan. Sesuai intruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan sekolah akan diliburkan selama tiga hari sampai  situasi normal .
"Ya, sesuai intruksi untuk  kita meliburkan sekolah, dan untuk yang masuk kembali setelah situasi normal.  Libur situasional ini juga tetap tergantung dari kondisi dan situasi. Artinya, jika pada hari ke depan nanti kondisi asap masih parah atau bertambah maka besar kemungkinan libur akan diperpanjang. (ep)

Terkini