Sekolah di Bengkalis Libur Hingga 19 September

Kamis, 17 September 2015 | 09:09:20 WIB


BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO - Libur sekolah akbibat kabut asap di Bengkalis masih terus berlanjut. Sesuai pengumuman yang disampaikan UPT Pendidikan Kecamatan Bengkalis, libur berlanjut sampai tanggal 19 September mendatang.

Masih berlanjutnya libu sekolah karena sampai saat ini kondisi udara di Bengkalis dan sekitarnya masih buruk. Kabut asap memang tidak terlihat atau berkurang saat pagi  menjelang siang, namun mulai pukul 10.00 Wib, kondisi udara di Bengkalis kembali diselimuti asap.

Seperti pada hari Kamis (17/09/15) INI, seluruh kegiatan proses belajar mengajar mulai dari TK hingga SLTA diliburkan, walau pagi kemarin kondisi cuaca terlihat sangat cerah. Sejumlah orang tua bahkan terlihat ada yang mengantarkan anak mereka ke sekolah, karena mengira libur karena asap sudah berakhir.

‎“Memang tadi pagi sempat membaca pengumuman yang menyebar melalui media sosial facebook, kalau sekolah diliburkan hingga tanggal 19 September, tapi karena kondisi udara sudah bagus maka saya antarkan anak ke sekolah, ternyata mash libur," ujar warga Desa Senggoro-Bengkalis, Lina.

Lina menjelaskan, sebelumnya Kadis Pendidikan Bengkalis mengatakan bahawa libur sekolah untuk SLTP dan SLTA sifatnya situasional. Artinya, ketika kondisi udara sudah membaik maka mereka diwajbkan sekolah kembali.

“Tapi memang kondisi udara kita sulit ditebak. Tengoklah, pagi tadi udara bersih kabut tak terlihat, menjelang tengah hari kabut kembali menebal, pukul 14.00 sore seperti pagi,” ujar Lina lagi.

Tujuan sekolah diliburkan oleh Dinas Pendidikan agar anak-anak tidak menghirup udara kotor (asap) terutama untuk siswa TK – SD. Pihak sekolah umumnya menyarankan agar para siswa mereka tidak beraktifitas diluar rumah, karena bisa tererang Ispa.

Sayangnya, hal tersebut tidak diindahkan oleh sebagian anak-anak. Mereka terlihat santai bermain di jalanan atau di luar rumah padahal kondisi udara sangat tidak sehat. “Para orang tua harus menjaga anak-anak mereka agar mengurangi aktifitas di luar rumah, jangan biarkan karena kondisi udara tidak sehat," ujar Kabag Humas Setkab Bengkalis, Johansyah Syafri.

Bahkan kata Johan, beberapa hari lalu di tengah kabut asap tebal, ada sekelompok masyarakat yang nekat berolahraga (bermain volly). “Kita mewanti-wanti agar anak-anak  tidak bermain di luar rumah karena udara tidak sehat, tapi ada orang dewasa yang sengaja bermain volly di tengah kabut asap, ya sama dengan mengajak anak-anak ikut bermain," ungkap Johan heran.‎

Beberapa hari lalu kata Johan, ada anak kerabatnya yang terserang Ispa dan pernapasannya harus dibantu dengan Nebo. Hasil konsultasi dengan dokter spesialis anak, besar kemungkinan hal itu disebabkan oleh udara yang tidak sehat. (bp)

Terkini