PPI Malaysia Prihatin Terhadap Kondisi Kabut Asap

Jumat, 02 Oktober 2015 | 01:10:11 WIB


KUALA LUMPUR, UTUSANRIAU.CO - Permasalahan asap tidak lagi menjadi bencana nasional yang melanda berbagai daerah di Indoensia akan tetapi sudah menjadi bencana internasional yang sudah melintasi batas Negara dan toritorial. Kabut asap kiriman dari berbagai daerah khususnya di wilayah sumatera dan Kalimantan sudah sampai keberbagai Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Bencana ini tentunya tidak muncul tanpa ada pemicu, Muhammad Subhan Mantan Presiden terpilih Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) UKM Malaysia Tahun 2013 turut angkat bicara mengenai bencana yang sedang dialami oleh masyarakat Indoensia khususnya Riau hari ini, “kita sangat menyedihkan atas musibah yang selalu terjadi tahun berganti tahun selama delapan belas tahun berjalan tersebut, kita mendesak Pemerintah Indonesia agar menyelesaikan sengkarut masalah kebakaran yang sudah menjadi agenda tahunan tersebut agar tahun ini menjadi tahun bencana asap terakhir, tuturnya.

Kandidat Doktoral dari The National University of Malaysia tersebut bahkan sangat sedih dan turut merasahkan bagaimana perasaian saudara-saudara saya yang tinggal di Riau, “kita sangat miris melihat bencana ini”.  Kalau kita melihat pemberitaan online, sudah banyak masyarakat yang diungsikan bahkan sudah ada makan korban jiwa.

Putra jati Melayu Riau tersebut juga menyarankan agar pemerintah tidak gengsi untuk menerima bantuan yang sudah ditawarkan jauh-jauh hari oleh Kerajaan Malaysia dan Singapura, “sekiranya stakeholder terkait jangan gengsi untuk menerima bantuan dari  Negara tetangga yang sudah menawarkan kemaren, kenyataannya kok, kita yang ada disini juga merasakan bagaimana asap kiriman dari Negara kita”

Bahkan, Subhan yang berperawakan kekar tersebut tidak segan-segan siap memberikan apa yang bisa dibantu oleh mahasiswa-mahasiswa disana terkait masalah untuk menlenyapkan asap di bumi pertiwi. “kita sebagai mahasiswa yang ada di Malaysia siap, kalau kita diminta untuk membantu, sekiranya apa yang bisa kita bantu”.

Yang lebih parahnya lagi, bahwa Indonesia sudah mendapatkan sindiran dari Negara tetangga dengan booming hastag di media social #terimakasihindonesia sebagai bentuk sindiran masyarakat kepada pemerintah Indonesia yang gagal mengatasi bencana asap, “pernah ada hastag #terimakasihindonesia sebagai sindiran buat kita, tutup Subhan. (rls)

Terkini