SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO - Akhir-akhir ini dikabarkan banyak oknum guru PNS menumpuk di perkotaan Selatpanjang, Tebingtinggi. Akibatnya, di wilayah perdesaan semakin minimnya tenaga pengajar, seperti di Desa Sungai Gayungkiri, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti yang hingga saat ini hanya memiliki 3 guru PNS saja.
Kekurangan atau minimnya tenaga pengajar ini sebagaimana diungkapkan Kepala Desa Sungai Gayungkiri, M Ace kepada wartawan beberapa waktu lalu. Menurutnya, memang di desanya hanya memiliki 3 guru PNS saja. Itupun, katanya satu merupakan guru jebolan program K2 belum lama ini.
Diungkapkannya, malahan salah satu dari 3 orang PNS itu menjadi kepala sekolah di tingkat SD dan SMP. "Yaitu di sekolah SDN 16 dan SMPN 1 atap," kata Ace.
Meski peraturan pemerintah mengharus tenaga pengajar jangan lagi dari tamatan SMA, namun itu menjadi kendala di Desa Sungai Gayungkiri. Akibat terbatasnya tenaga pengajar, akhirnya tidak sedikit tenaga tamatan SMA dipekerjakan untuk mengajar.
"Sementara tenaga pengajar masih ada yang tamat SMA, mau tidak mau harus kita lakukan karena terbatasnya tenaga pengajar ini," katanya.
"Kami ingin juga anak di desa kami bisa sukses seperti anak yang sukses di luar kota sana," tambah Ace lagi
Untuk itu, mewakili masyarakat banyak, Ace meminta pihak berwenang untuk mengirim guru pegawai di Desa Sungai Gayungkiri.
"Kami minta tolong agar diperbanyak guru bidang studi, agar anak didik kita betul-betul bisa bersaing sama yang di daerah lain," harap Kepala Desa di Kecamatan Rangsang itu.(rhd)
###