Dumai, utusanriau.co - Kemarau panjang yang melanda Kota Dumai selama lebih dua atau hampir tiga bulan dan kepungan asap yang sangat menggangu kesehatan masyarakat Kota Dumai terutama terhadap orangtua yang lemah dan anak-anak kecil yang kurang dan berdaya.
Majelis Ulama Indonesia Kota Dumai untuk bekerjasama dengan Komunitas dunia pendidikan Kota Dumai, dipelopori oleh Kepala sekolah SMPN 3 Bukit Jin Bersama Majelis Guru atas prakarsa guru-guru agama Islam menggelar Sholat Istisqa (minta hujan) bertempat di halaman SMPN 3 Bukit Jin pada sabtu kemarin 8 Maret 2014.
Diharapakan Sholat Istisqa (minta hujan) bisa memberikan pendidikan agama secara praktek, langsung dan nyata kepada anak didik, karena banyak orang yang mungkin seumur hidupnya tak pernah melaksanakan sholat istisqo. Demikian rilis disampikan Ketua MUI Kota Dumai Lukman Syarif, MA, Kamis 13 Maret 2014.
.
Melalui pelaksanaan sholat ini diharapkan para akan siswa memiliki kepedulian sosial, jiwa kebersamaan dan selalu berupaya menjadi bagian dari solusi masalah ummat bukan menjadi bagian dari masalah atau menjadi pembuat masalah (trouble maker).Dengan berkah dan ridho Allah SWT sholat istisqo telah terlaksana dengan baik dan penuh hikmat.
Ratusan pelajar dan para guru telah memenuhi lapangan membawa kelengkapan sholat, dengan wajah penuh antusias dan penuh harap serta penyerahan kepada Allah SWT agar dengan segala kasih dan sayangnya menurunkan hujan membasahi Kota Dumai dengan hujan rahmatnya.
Acara ini dimulai dengan penjelasan tentang kaifiyat atau tatacara pelaksanaan sholat istisqo, dilanjutkan dengan sambutan Kepala sekolah dan zikir yang dipenuhi dengan istighfar memohon ampun kepada Allah SWT.
Ketua MUI Dumai Lukman Syarif, MA. Bertindak sebagai imam dan khatib, memimpin pelaksanaan sholat dengan khusuk, syahdu dan penuh penyerahan kepada Allah, serta diliputi dengan uraian dan tetesan air mata penyesalan memohon ampun kepada Allah SWT.
Dalam khutbahnya khatib mengajak seluruh jama’ah untuk menundukkan kepala dengan penuh jujur, tulus dan ikhlas mengakui segala kesalahan dan dosa dengan penuh penyesalan serta keinsafan, memohon ampun dan taubat kepada Allah yang mengetahui segalanya, karena dosa dan maksiat pasti mengundang musibah dan bencana.
Khatib juga menghimbau Jama’ah untuk menghilangkan rasa bersalah ketika melakukan yang benar, dan selalu merasa benar ketika melakukan yang salah seperti maksiat dan dosa, karena Allah tidak suka kepada hambanya yang suka pamer dan bangga dengan kesalahan dan dosa-dosanya.
Khatib mengajak ummat gar tak pernah berputus asa dari mengharap rahmat Allah SWT, karena hal itu adalah sebuah kekufuran yang nyata. Semua musibah ini tak lebih dari sebuah ujian buat yang sholeh, teguran buat yang lalai dan lupa serta hukuman buat mereka ingkar dan aniaya.
Dengan istighfar dan doa Allah akan merahmati kita dengan hujan rahmatnya serta menghilangkan bahya asap yang telah mengepung Kota kita. (rls)
###